
“Untuk tahun 2020 hingga akhir Juni kemarin tercatat 173 KPM secara sukarela mundur dari kepesertaan bantuan PKH dari Kementerian Sosial RI. Mereka yang sudah mundur tersebut patut menjadi contoh bagi yang lainnya, khususnya yang status ekonominya juga telah baik untuk mundur,” tutur Wildan.
Wildan menyebutkan graduasi mandiri KPM PKH ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 147 KPM dari Bulan Januari hingga Desember 2019 dengan total penerima 4.368 KPM. Sementara untuk tahun 2020 tercatat sebanyak 8.650 KPM PKH Kota Pekalongan yang menerima bantuan program dari Kemensos RI tersebut. Pihaknya juga mengarahkan, dengan adanya graduasi mandiri, kedepannya masyarakat jadi lebih mampu melanjutkan taraf kehidupan yang lebih baik guna mewujudkan kemandirian ekonomi yang merata disemua wilayah Kota Pekalongan.
“Untuk di tahun 2020 ini penerima bantuan PKH sejumlah 8.650 KPM, dari jumlah tersebut yang sudah melakukan graduasi mandiri atau keluar dari program tersebut karena sudah merasa sadar mampu secara ekonomi hingga pertengahan tahun atau akhir Juni kemarin ada 173 KK. Harapan kami, KPM lain yang sudah mampu atau sejahtera bisa ikut rame-rame mengundurkan diri dengan sukarela dan tidak perlu harus dengan pendekatan persuasif lagi sehingga bantuan PKH ini bisa dialihkan ke warga yang berhak dan belum mendapatkan bantuan apapun,” tandas Wildan.
Reporter: Mc Marenta.



