Kuala Kapuas, medianasional.id – Salah Satu (1) wartawan Kapuas dari media citra news.co.id sebut saja Jumani, yang sedang melakukan investigasi, ketika wartawan itu sudah berada di lapangan dimana di tempat itu sedang ada Proyek Pekerjaan Operasional dan Pemeliharaan Rutin Sumber Daya Air (OP SDA) Bidang Pengairan milik dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas, Tahun Anggaran (TA) 2024 tepatnya di Handel Sei Haur, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (10/92024) pagi.
Diduga, wartawan dari media citra news.co.id jumani, telah mendapatkan perlakuan yang melanggar hukum oleh oknum karyawan pekerja tersebut.
Ketika di konfirmasi awak medianasional.id kepada wartawan media citra news.co.id jumani, Selasa (10/9/2024), sekitar pukul. 14. 27. wib wartawan jumani pun membeberkan kejadian yang di alaminya kepada awak media ini.
Adapun kronologis kejadian, saat wartawan jumani, sedang berada di lokasi proyek pekerjaan OP SDA, seketika wartawan mendengar ada suara mesin pemotong rumput yang tidak jauh dari tempat wartawan tersebut berdiri, kemudian iapun bergegas mendatangi ke tempat suara mesin pemotong rumput yang di dengarnya.
Setelah sampai di tempat yang di maksud wartawan jumani, melihat ternyata suara mesin pemotong rumput adalah para karyawan pekerja yang sedang mengerjakan pembersihan sungai dan wartawan jumani sempat menanyakan kepada karyawan pekerja.
“ini punya siapa kata wartawan jumani kepada karyawan pekerja, dan di jawab karyawan pekerja, ini punya Fernandus, kami hanya karyawan pekerja kata salah satu karyawan pekerja tersebut.
Wartawan jumani, kemudian mengambil foto dan video karyawan yang bekerja menggunakan mesin potong rumput dan sempat di lihat oleh karyawan pekerja itu, seketika wartawan jumani, terkejut melihat para karyawan pekerja tiba-tiba berteriak hapus foto dan video itu kata salah satu karyawan pekerja kepada wartawan jumani, kalau tidak kamu hapus, kamu saya tikam dengan sajam,” ujar karyawan.

Para karyawan pekerja selepas berteriak mengucapkan kata-kata itu kemudian langsung menghampiri wartawan media citra news.co.id jumani, dan sempat mencekik leher wartawan itu sambil mengayunkan sajam ke arah leher wartawan jumani, tidak hanya itu, karyawan pekerja juga sempat mengambil kunci kontak motor wartawan jumani tersebut.
Yang lebih parah lagi para karyawan pekerja ini malah menantang semua wartawan, siapa saja wartawan yang berani datang saja ke lokasi ini kalau mau kena tikam dengan sajam, ucap karyawan.
“Atas kejadian ini, ia juga mengatakan kepada awak medianasional.id sangat keberatan atas perlakuan para karyawan pekerja tersebut, dan wartawan jumani, akan melaporkan kejadian yang telah menimpa dirinya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Kapuas untuk di tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku,” tuturnya.
“Saat di konfirmasi awak medianasional.id kepada Pengamat (observer) Fernandus, yang mengawasi pekerjaan OP SDA melalui Telepon namun tidak tersambung.
Kemudian awak medianasional.id menghubungi kepala Bidang (Kabid) Pengairan dinas PUPRPKP Kab. Kapuas, Elpitra Jaya Indra, S.T., M.T. melewati Pesan Via WhatsApp, menanyakan terkait adanya dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan, Kabid pun mengatakan kami tidak mengetahui dan tidak pernah menyuruh hal-hal yang bertentangan dengan hukum, termasuk kekerasan terhadap teman-teman media maupun LSM, pungkas Kabid.
Merasa belum dapat informasi yang akurat awak medianasional.id pun kembali menghubungi Pengamat Fernandus melalui pesan Via WhatsApp, menanyakan hal tersebut, Fernandus pun akhirnya membalas pesan Via WhatsApp, kata Fernandus saya juga belum jelas mendengar ceritanya karena saya saat ini sedang berada di Tran,” tutupnya.






