Lampung Barat, Medianasional.id – Memasuki hari keempat pelaksanaan Pesta Sekura Cakak Buah di Kabupaten Lampung Barat, antusiasme masyarakat dan pengunjung masih tetap tinggi. Berbagai komunitas pecinta budaya Sekura dari berbagai wilayah turut hadir memadati lokasi kegiatan di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Selasa (24/3/2026).
Sebagai salah satu warisan budaya masyarakat di Bumi Sekala Bekhak, gelaran Sekura Cakak Buah tahun ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, khususnya tokoh adat di lingkungan Kerajaan Adat Sekala Bekhak. Di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang cukup menantang, pelaksanaan pesta Sekura di sejumlah pekon dinilai tetap berjalan sukses dan meriah.
Terlebih, kegiatan yang juga berlangsung di wilayah Kepaksian Pernong ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan peradaban leluhur masih dijunjung tinggi serta terus dilestarikan secara konsisten hingga saat ini.
Salah satu tokoh dan penggiat budaya Sekura, Didi Rosadi (54), mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya pesta Sekura di berbagai pekon di Lampung Barat.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Budaya Sekura masih tetap hidup dan diminati masyarakat. Ke depan, saya berharap seluruh pihak dapat mengambil peran nyata dalam melestarikan budaya ini, terutama di tengah derasnya arus modernisasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
“Kalau kita tidak serius menjaga dan mengenalkan budaya ini, bukan tidak mungkin Sekura hanya akan menjadi cerita di masa depan,” tambahnya.
Kesuksesan gelaran Sekura Cakak Buah di Pekon Balak tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah pekon, hingga seluruh masyarakat setempat (bahmekonan). Peran aktif para muli mekhanai yang tergabung dalam kepanitiaan juga menjadi kunci, dengan koordinasi yang terjalin sejak tahap perencanaan di pertengahan bulan Ramadan.
Salah satu panitia, Enriko Fahmi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh minak muakhi yang telah hadir dan mendukung acara ini, termasuk komunitas pecinta Sekura seperti Laskar Serungkuk, Kobes Bergerak, Babatu Bakhu, Buay Bejalan Diway, Sekura Belunguh (Kenali), GRC, Lupak Way, Sa Canggu, Sekura Sukabumi, Sa Sukaraja hingga Way Empulo Ulu Balik Bukit,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahun ini Sekura Tunas Selalau menyiapkan sembilan batang buah yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni enam untuk peserta dewasa dan tiga untuk anak-anak.
“Seluruh perlengkapan batang buah ini merupakan hasil swadaya masyarakat Pekon Balak serta dukungan dari sejumlah sponsor yang tidak mengikat,” tambahnya.
Senada dengan panitia, pengurus Dewan Sekura Pekon Balak, Serka Parlindo, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan kita semua. Kami berharap ke depan kebersamaan ini dapat terus terjaga, bahkan semakin kompak dan solid demi mengharumkan nama Pekon Balak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pekon Balak atas kontribusi yang telah diberikan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pekon, khususnya Peratin beserta jajarannya, atas sumbangsih, dukungan, serta berbagai masukan yang sangat berarti dalam menyukseskan kegiatan ini,” tambahnya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya Global Citra, Permata Hotel, PT Tiga Oregon Putra, Laut Timur Lampung, Antarka Frozen, Shaliwa Store, Clasa Jaya Motor, Ratu Luak, Panglong Lesung Batu, Makyus Grup, Penggilingan Daging Barokah, Bank BRI Unit Liwa, NHM Photo Sport, Makna Photography, Sauhah Bakso Aci, Bunga Liwa, SPPG Batu Brak, PSMTI Liwa, Bakso Nadyra, BRI Link Samiaji, BRI Link Roky, Woody Floris, RVL Spare Part, serta media partner Medianasional.id.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan semakin kuat di tahun-tahun mendatang,” tutup Enriko.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya dan silaturahmi, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Salah satu pedagang yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa perputaran ekonomi selama gelaran berlangsung meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, selama acara ini dagangan kami lebih ramai. Perputaran uang bisa meningkat hingga sekitar 60 persen dibanding hari biasa,” ungkapnya.






