H. Ahmad Ridwan : Jelang Ramadhan 1442 Stok Beras Jawa Tengah Aman

Batang163 Dilihat

Batang, medianasional.id
Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah stok kebutuhan beras tercukupi hal tersebut di ungkapkan H. Ahmad Ridwan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang pada dialog Interaktif DPRD Provinsi Jawa Tengah di Studio Radio Abirawa FM, Kabupaten Batang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sofwan Sumadi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Muhammad Saleh Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah dan juga H. Ahmad Ridwan, SE., MM sebagai narasumber dengan dipandu Tama Ramadhan sebagai Moderator. Sabtu, ( 10/4/2021 ).

H. Ahmad Ridwan,SE.,MM dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa untuk stok beras di Jawa Tengah di bulan suci Ramadhan hingga menjelang lebaran 1442 Hijriah masih aman terkendali

“Stok beras nasional masih mencukupi, dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021 saat panen raya mencapai 24 Juta ton, untuk kebutuhan Jawa Tengah Sendiri 6 Juta ton masih surplus banyak,” Ungkapnya.

Sementara Sofwan Sumadi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah menuturkan, bahwa kondisi pertanian di Jawa Tengah cukup stabil bahkan di era pandemi covid – 19 seperti saat ini masih bisa surplus, berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian cadangan beras mencapai 876.812 ton, bahkan di musim pandemi ditahun 2020 di Jawa Tengah surplus 2,8 Juta ton baik kebutuhan penanganan bencana maupun kebutuhan pokok.

Selanjutnya, Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah akan senantiasa memantau setiap perkembangan dan peningkatan pertanian dari segi prasarana dan penunjangnya.

“Kami Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah dan Jajaran OPD terkait akan mengawasi peningkatan pertanian dari segi sarana dan prasarana maupun penunjang lainnya”, Pungkasnya.

Sedangkan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhammad Saleh menyampaikan, keprihatinannya terkait sedikitnya generasi penerus para petani untuk masa yang akan datang, beliau mengajak anak muda milenial untuk meneruskan perjuangan petani dengan memanfaatkan teknologi dan dorongan dari pemerintah untuk mensupport generasi petani di setiap desa.

“Kami berharap ada dukungan dan langkah pemerintah untuk membuat program, memfasilitasi dan membentuk kader-kader di setiap desa untuk menggerakkan minat generasi muda guna menjadi petani dan menciptakan ekonomi kreatif demi kemajuan swasembada pangan di seluruh Indonesia”, Bebernya.

Reporter : Puji Leksono.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses