Guna Memajukan Desa Wisata di Kabupaten Batang, Pemprov Jateng Gelontorkan Bantuan di 32 Desa

Batang353 Dilihat


Batang, medianasional.id
Kurang lebih sebanyak 32 Desa Wisata (Deswita) yang tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Batang telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Bupati, menjadi angin segar karena akan mendapat dukungan penuh dari Provinsi Jawa Tengah, berupa bantuan dana, untuk mengembangkan potensi yang ada.

Asisten Administrasi Setda Batang Sugeng Sudiharto, dalam kesempatan itu yang menyerahkan SK Bupati tentang Penetapan Desa Wisata kepada perwakilan yakni Desa Kalisalak Kecamatan Limpung, di Aula Kantor Bupati setempat, Selasa (28/06/2022).

Dalam kesempatan itu, Yarsono, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Batang mengatakan, dengan adanya SK dari Bupati terkait desa wisata, tentunya akan lebih memudahkan 32 Deswita memperoleh bantuan dari provinsi Jawa Tengah.

“Jumlah bantuannya kurang lebih senilai Rp100 juta dan ini sedang kami ajukan ke Provinsi Jawa Tengah, bantuan ini untuk mendukung destinasi wisata desa lebih maju,” bebernya.

Lebih lanjut, Yarsono menjelaskan, bahwa dari 32 desa yang mendapatkan SK Bupati terkait Deswita yang ada diantarannya : Kecamatan Bawang ada Desa Deles dan Sangubanyu serta Batang Kota ada Desa Kalipucang Wetan dan lain sebagainya.

Kegiatan kepariwisataan tidak hanya di tingkat kabupaten saja, namun hingga provinsi. Latar belakang pemilihan desa wisata meliputi, Disparpora memverifikasi segala kegiatan kepariwisataan yang diunggulkan desa yang mengajukan menjadi desa wisata.

“Termasuk tata pengelolaannya, destinasi wisatanya, budayanya, ekonomi kreatif dan UMKM-nya,” ungkapnya.

Yarsono mengingatkan, bahwa jumlah 32 desa wisata itu baru sementara. Sebab, dimungkinkan ke depan akan bertambah, apabila ada desa-desa lain di Kabupaten Batang, tentu Disparpora akan melakukan verifikasi, supaya menjadi desa wisata. Konsep wisatanya beragam seperti wisata alam, modifikasi desa, adat budaya, maupun religi. Tentunya ini mendukung kegiatan kepariwisataan yang ada di Kabupaten Batang.

Segala komponen bersama pengelola desa wisata terus diperbaiki yang bersinergi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan komunitas lain yang mendukung kepariwisataan lebih meningkat.

Ke depan akan dipadupadankan antara kegiatan kepariwisataan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Nanti akan ada kegiatan olahraga rekreasi, yang dikolaborasikan dengan bidang-bidang yang ada di Disparpora dengan komunitas lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum bisa menargetkan jumlah kunjungan karena masih dalam kondisi Covid-19.

“Saat Natal dan Tahun Baru kemarin jumlah wisatawan sudah cukup banyak. Selama Idulfitri pun mencapai 15 ribu wisatawan dalam sepekan, tentu menggairahkan perekonomian daerah,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung Setiadi mengatakan, proses pengajuan untuk menjadi desa wisata memakan waktu hampir satu tahun. Semua diklasifikasi mulai infrastruktur, maupun pelaku UMKM yang ada di desa Kalisalak.

Desa Kalisalak berkonsep wisata religi berupa masjid tertua di Kabupaten Batang, Petilasan KH. Ahmad Rifa’i yang merupakan salah satu pahlawan nasional dan pendiri Rifa’iyah serta makam eyang buyut dari Habib Lutfi bin Ali bin Yahya yakni Habib Umar bin Yahya.

“Jumlah wisatawan yang berkunjung untuk ziarah di bulan-bulan tertentu cukup banyak, bisa mencapai 500 pengunjung,” ungkap Kades Kalisalak Kecamatan Limpung.

Pelaku UMKM juga terintegrasi dengan desa wisata. Produknya beragam antara lain seperti, sirup jahe, keripik, duku dan durian. Semuanya dikelola warga setempat dan dikelola oleh Pokdarwis.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses