Klaten, medianasional – Ribuan warga memadati kawasan Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, dalam gelaran Festival Candi Sojiwan ke-8 yang mengusung tema “Warisan Lestari, Generasi Berseri”, Minggu (12/7/2026). Festival ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya dan promosi potensi lokal.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan kirab 12 gunungan hasil bumi, penampilan tari tradisional, lomba tari tingkat Jawa Tengah dan DIY, pertunjukan Sendratari Ramayana, hingga hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat.
Sebanyak 12 gunungan yang dibawa oleh masing-masing RW di Desa Kebondalem Kidul berisi beragam hasil bumi dan produk unggulan warga. Sayur-sayuran, telur asin, sagon, apem, dawet, hingga berbagai produk olahan UMKM disusun menjadi gunungan yang menarik perhatian pengunjung.
Puncak acara ditandai dengan tradisi rebutan gunungan yang berlangsung meriah. Ribuan warga berebut hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan harapan akan keberkahan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai prosesi budaya yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.
Ketua Panitia Festival Candi Sojiwan ke-8, Guntur Andi Pamungkas, mengatakan kirab gunungan menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus produk unggulan dari setiap RW di Desa Kebondalem Kidul.
“Setiap RW menampilkan kebudayaannya masing-masing sekaligus mengenalkan produk UMKM yang dimiliki. Ada yang membawa hasil pertanian, jajanan tradisional, telur asin, dawet, dan berbagai produk khas lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, Festival Candi Sojiwan tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sektor pariwisata berbasis warisan budaya.
“Festival ini juga menjadi upaya mengangkat potensi wisata di sekitar Sojiwan, khususnya menjadikan Candi Sojiwan sebagai ikon Desa Kebondalem Kidul sekaligus salah satu destinasi wisata budaya unggulan Kabupaten Klaten,” tambahnya.
Melalui Festival Candi Sojiwan ke-8, Pemerintah Kabupaten Klaten bersama masyarakat berharap nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat gotong royong terus terjaga serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis budaya.(wid).





