Dugaan Tabrak DPA di PUPR Merangin Jadi Sorotan, Proyek Alat Berat Berubah Spesifikasi

Merangin1823 Dilihat
MERANGIN, medianasional.id – Realisasi proyek pengadaan alat berat berupa Motor Grader di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2026 kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek senilai Rp2,85 miliar tersebut diduga kuat menyimpang dari ketentuan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) awal akibat adanya perubahan spesifikasi secara sepihak.
.

Berdasarkan salinan DPA yang diperoleh pada kegiatan pengadaan tersebut secara tegas tercantum spesifikasi Motor Grader dengan tenaga mesin (engine output) 130–145 HP. Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan di halaman Kantor Dinas PUPR Kabupaten Merangin, dua unit motor grader yang telah tiba diduga merupakan Hyundai HG170. Berdasarkan informasi dari sumber yang memahami spesifikasi alat berat, tipe tersebut memiliki tenaga mesin sekitar 177–178 HP, lebih besar dibanding spesifikasi yang tercantum dalam DPA.

.

Perubahan spesifikasi ini memicu pertanyaan besar dari berbagai kalangan terkait akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran daerah. Publik kini mendesak Dinas PUPR Merangin dan inspektorat setempat untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai dasar hukum serta mekanisme teknis pengalihan anggaran tersebut. 

Sayangnya, pihak terkait memilih bungkam. Kepala Dinas PUPR selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi media mengenai alasan pengalihan anggaran maupun mekanisme revisi DPA-nya. 
.

Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada anggota DPRD Kabupaten Merangin dari Komisi III, Azren. Namun, legislator tersebut belum memberikan tanggapan terkait apakah perubahan anggaran bernilai fantastis ini sudah melalui persetujuan pihak legislatif atau tidak. 

.
Hingga berita ini diturunkan, Media ini masih terus berupaya mengumpulkan data valid dan menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait. 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses