Dua Atlet Meninggal di Porprov Jateng 2026, Bupati Kendal Sampaikan Duka Mendalam

KENDAL–MEDIANASIONAL.ID- Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-17 Jawa Tengah 2026. Sebagai bentuk penghormatan, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika tersebut mengajak seluruh peserta dan tamu undangan untuk mengheningkan cipta mengenang perjuangan kedua atlet.

Momen tersebut disampaikan saat penutupan Porprov ke-17 Jawa Tengah di Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, Mbak Tika juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kabupaten Kendal dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga (cabor), sekaligus lokasi penyelenggaraan penutupan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Kenang Perjuangan Dua Patriot Olahraga

Bupati Kendal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Syabilaris Pia Putri Graharja, atlet selam asal Kabupaten Jepara, yang meninggal dunia pada 25 Oktober 2026 setelah mengalami musibah saat bertanding. Sebelum meninggal dunia, Syabilaris telah menyumbangkan dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter bifin putri.

Atlet kedua yang meninggal dunia adalah Ayudia Fitana Tijanindita, atlet asal Kota Semarang. Ayudia mengembuskan napas terakhir pada 28 Oktober 2026 saat menjalani perawatan setelah mengikuti pertandingan. Keduanya dikenang sebagai patriot olahraga yang telah berjuang membawa nama daerah masing-masing dalam kompetisi tersebut.

Selain menyampaikan duka, Mbak Tika memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen, atlet, dan pelatih yang telah berpartisipasi serta berjuang meraih prestasi terbaik. Ia berharap capaian selama Porprov menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan dan persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri penutupan Porprov ke-17 Jawa Tengah di Stadion Utama Kebondalem Kendal

Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan juga wadah silaturahmi dan momentum penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial. Hasil kompetisi diharapkan menjadi tolok ukur pembinaan olahraga daerah agar para atlet mampu bersaing pada kejuaraan yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Evaluasi Menuju Porprov 2030 dan PON 2028

Sementara itu, Ketua PB Porprov ke-17 sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen mengatakan, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Porprov mendatang. Menurutnya, dinamika dan protes yang muncul selama pertandingan merupakan bagian dari kompetisi, tetapi setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dengan mengedepankan sportivitas dan keterbukaan.

“Yang paling utama adalah sportivitas dan keterbukaan dalam penyelenggaraan Porprov. Semua masukan menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya untuk pelaksanaan Porprov ke-18 tahun 2030,” tegasnya.

Taj Yasin juga meminta KONI Jawa Tengah mulai mempersiapkan atlet-atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembinaan harus dilakukan sejak dini, termasuk memperkuat kemampuan individu, kekompakan, serta kerja sama antaratlet.

“Kita perlu mempersiapkan para delegasi dari Jawa Tengah nanti supaya chemistry terbangun, semangat semakin kuat, sehingga kita bisa maksimal pada PON mendatang,” ujarnya. Ia berharap Porprov tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga mempererat persaudaraan antaratlet dan daerah.

Adapun Kabupaten Kendal sebagai tuan rumah berada di peringkat ke-12 klasemen akhir dengan perolehan 24 medali emas, 38 perak, dan 64 perunggu. Secara keseluruhan, kontingen Kendal mengoleksi 126 medali.

Penutupan Porprov ke-17 ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan pembinaan olahraga daerah untuk menghadapi kompetisi berikutnya.(#)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses