KENDAL–MEDIANASIONAL.ID- Cabang olahraga (cabor) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kendal berhasil menyumbangkan dua medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Atas capaian tersebut, IMI Kendal berharap Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas sirkuit balap untuk menunjang pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet.
Dua Medali dari Nomor Grasstrack
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) IMI Kabupaten Kendal, Hasyim Tri Joko, mengatakan, dua medali perunggu tersebut diraih dari nomor balap Grasstrack (GTX). Medali pertama diperoleh Farel Huda Hanafi pada nomor trail standar 150 CC perorangan. Sementara medali kedua diraih Lonthar Cadalora Ramadhan pada nomor trail modifikasi 150 CC perorangan.
Raihan dua medali perunggu tersebut menjadi tambahan prestasi bagi kontingen Kabupaten Kendal dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Hasyim mengaku bersyukur karena capaian tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan Porprov sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan dan kami bisa memperoleh medali dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan prestasi atlet,” ungkap Hasyim, Jumat (30/10/2026).
Meski demikian, menurutnya, peningkatan prestasi atlet tidak bisa diraih secara instan. Diperlukan persiapan dan pembinaan berkelanjutan, termasuk penjaringan bibit atlet potensial serta peningkatan kemampuan atlet yang sudah ada.
“Kedepannya akan terus belajar dan mengelola agar atlet semakin berprestasi. Tidak mudah karena harus persiapan selama tiga tahun dan pembibitan atlet terus dilakukan, termasuk penguatan atlet yang sudah ada,” jelasnya.

Berharap Pemkab Fasilitasi Sirkuit
Selain pembinaan atlet, Hasyim berharap Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas sirkuit balap motor. Menurutnya, keberadaan sirkuit di daerah akan memudahkan atlet menjalani latihan rutin sekaligus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk berlatih di luar Kendal.
“Sirkuit ini menguntungkan sebagai salah satu pendapatan daerah karena juga bisa disewakan,” ujar Hasyim.
Ia berharap, pembangunan sirkuit tidak hanya menjadi fasilitas pendukung peningkatan prestasi olahraga otomotif, tetapi juga dapat dikelola sebagai aset daerah yang produktif. Selain menunjang pembinaan atlet, fasilitas tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah melalui pemanfaatan dan penyewaan sirkuit.(*)






