
Pekalongan, medianasional.id
Sejumlah warga terdampak banjir di Kota Pekalongan harus senantiasa mewaspadai penyakit pasca banjir akibat perubahan sanitasi seperti diare, ispa, demam, tipus, kolera, disentri, demam berdarah, dan leptospirosis. Saat ini sumber air yang terkena limpahan air banjir harus diberi kaporit, demikian juga dengan sumur harus diinspeksi agar bersih dan aman dikonsumsi.
Hal tersebut sedemikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto SKM M.Kes, Kamis (31/1/2019). “ Kondisi saat ini banjir membuat perubahan sanitasi yang harus kita waspadai dan atasi, genangan air dikhawatirkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” tutur Budi.
Lanjutnya menurut Budi, warga terdampak banjir perlu mewaspadai penyakit leptospirosis yang dapat ditularkan melalui tikus. Hewan ini dapat membawa bakteri leptospira yang berbahaya untuk kesehatan. “Warga terdampak banjir tak perlu segan untuk memeriksakan kesehatannya sebagai antisipasi penyakit pascabanjir. Tergenang air dalam waktu yang lama tentu menyebabkan stres dan kurang tidur,” papar Budi.
Terhitung sejak Minggu (27/1/2019) Dinkes telah menugaskan Tim Kesehatan dari Puskesmas, Tim PSC 119 Brayan Sehat untuk membantu mengevakuasi warga dan pasien di puskesmas yang terdampak banjir, memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan keliling bagi para pengungsi, dan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan dan Dokkes Polres Pekalongan Kota untuk membantu pelayanan penanganan bagi para pengungsi.
“Situasi pasca banjir ini warga yang terdampak banjir harus mulai meningkatkan daya tahan tubuhnya, dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan penyakit. Dalam kesempatan ini Dinkes juga menyampaikan terima kasih atas semua partisipasi dan bantuan dari masyarakat maupun swasta dalam penanganan kesehatan pada saat dan pasca banjir,” tandas Budi
Kontributor : Anton Sutarko
Editor : Muhammad C Marenta



