Desakan Audit Menguat, Skatepark Bintaro Dinilai Gagal Fungsi

Jakarta1525 Dilihat

Jakarta Selatan, MEDIANASIONAL.ID – Sorotan terhadap Taman Skate Park Veteran di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, terus menguat. Setelah ramai dikritik warga dan warganet, kini muncul dorongan agar proyek tersebut diaudit secara menyeluruh oleh aparat pengawas internal pemerintah.

Fasilitas yang dibangun dalam program Penataan Kawasan Triwulan I 2026 itu dinilai tidak berfungsi optimal sebagai sarana olahraga skateboard, bahkan berpotensi membahayakan pengguna.

Minim Pengguna, Indikasi Gagal Fungsi

Temuan di lapangan menunjukkan fasilitas tersebut nyaris tidak dimanfaatkan sejak selesai dibangun.

“Semenjak jadi sampai sekarang, baru pernah lihat satu orang main skateboard di sini,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Minimnya penggunaan ini dinilai sebagai indikator awal bahwa fasilitas tidak sesuai kebutuhan atau tidak layak digunakan.

Kondisinya amburadul, disebut bisa membahayakan pengguna

Keluhan Keselamatan Menguat

Warga juga menyoroti potensi bahaya dari kondisi fisik skatepark.

“Permukaan tidak rata, di ujungnya ada beton. Tidak presisi, bisa cedera,” ungkap warga lainnya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah bagian lintasan terlihat bergelombang, dengan transisi yang tidak halus serta sudut-sudut tajam yang tidak ramah bagi pergerakan skateboard.

Selain itu, tidak ditemukan elemen penting seperti coping (pinggiran besi), rail, maupun desain ramp standar yang menjadi dasar fasilitas skatepark.

Keberadaan kerikil di sekitar lintasan juga dinilai berisiko karena dapat mengganggu laju papan dan memicu kecelakaan.

Desain Dinilai Tidak Profesional

Secara keseluruhan, tata letak fasilitas tampak tidak memiliki alur (flow) yang mendukung aktivitas skateboard. Elemen-elemen yang ada terlihat lebih menyerupai bentuk estetika taman dibandingkan fasilitas olahraga.

Beberapa bidang bahkan hanya berupa beton datar tanpa fungsi teknis yang jelas, sementara tangga dan platform tidak dilengkapi elemen pendukung seperti rail.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pembangunan tidak melibatkan perencana atau tenaga ahli skatepark.

Pelibatan PPSU Disorot

Pembangunan yang melibatkan PPSU juga menjadi perhatian. Mengingat tugas utama PPSU adalah pemeliharaan lingkungan, keterlibatan dalam pekerjaan konstruksi teknis menimbulkan pertanyaan terkait standar kualitas pekerjaan.

BacaJuga: https://www.medianasional.id/skatepark-bintaro-tuai-kritik-dinilai-tak-layak-digunakan/

Indikasi Pemborosan Anggaran

Dengan kondisi yang dinilai tidak layak dan minim pemanfaatan, proyek ini mulai disorot sebagai potensi pemborosan anggaran.

Jika fasilitas yang dibangun tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka penggunaan anggaran publik patut dievaluasi.

Dorongan Audit dan Evaluasi Menyeluruh

Dani, perwakilan LMK Kelurahan Bintaro, secara tegas mendorong agar proyek tersebut diaudit.

“Perlunya proyek tersebut di audit kalau ternyata tidak memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.


Skate Park Veteran Tidak Ada Pengguna

Dorongan ini membuka ruang bagi Inspektorat Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir pembangunan.

Aspek yang Perlu Diaudit

Sejumlah aspek dinilai penting untuk ditelusuri dalam audit, antara lain:

— Dasar perencanaan dan kajian kebutuhan

— Kesesuaian desain dengan standar skatepark

— Mekanisme pelaksanaan (swakelola atau pihak ketiga)

— Keterlibatan tenaga ahli

— Penggunaan dan efektivitas anggaran

Pejabat Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, Lurah Bintaro, Riza Fauzi, dan Walikota Jakarta Selatan, M. Anwar, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan sebelumnya.

Ujian Akuntabilitas Pemerintah Daerah

Kasus ini menjadi ujian bagi akuntabilitas pemerintah daerah dalam membangun fasilitas publik. Tidak hanya soal realisasi fisik, tetapi juga menyangkut manfaat, keselamatan, dan ketepatan penggunaan anggaran.

Jika tidak segera dievaluasi, skatepark tersebut berpotensi menjadi contoh proyek yang selesai secara administratif, namun gagal memberikan nilai guna bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses