Lampung Barat. Medianasional. Id– Di antara 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 yang dikukuhkan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Sabtu malam (15/8), terselip kisah perjuangan seorang pelajar yang patut mendapat apresiasi.
Ia adalah Chiko Alvendra, siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Liwa, putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Munadi dan Ely, warga Pekon Kerang, Kecamatan Batu Brak.
Chiko berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang buruh tani. Namun, keterbatasan kondisi ekonomi tidak menyurutkan tekadnya untuk berprestasi dan membuktikan bahwa kesempatan dapat diraih melalui kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
Chiko harus bersaing dengan banyak peserta lainnya dalam proses seleksi Paskibraka Kabupaten Lampung Barat. Hingga akhirnya, ia berhasil terpilih menjadi salah satu dari 50 anggota Paskibraka yang akan mengemban tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perjalanan tersebut tentu bukan hal yang mudah. Kedisiplinan yang tinggi, kemauan belajar, serta kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan seleksi dan pembinaan menjadi modal Chiko untuk mampu bersaing dengan peserta lainnya.
Bagi Chiko, terpilih sebagai anggota Paskibraka bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, tugas yang sesungguhnya akan dimulai ketika dirinya bersama 49 anggota lainnya menjalankan amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada 17 Agustus mendatang.
“Dengan dikukuhkannya kami malam ini, tugas belum selesai. Kesuksesan menjalankan tugas sebagai Paskibraka adalah tujuan utama,” ujar Chiko.
Ia bertekad memberikan kemampuan terbaik sekaligus membawa kebanggaan bagi kedua orang tuanya dan sekolah tempatnya menuntut ilmu.
“Saya akan berusaha sebaik-baiknya. Saya ingin membuat kedua orang tua saya bangga dan menjaga nama baik sekolah, MAN 1 Liwa,” katanya.
Dikukuhkan Bupati Lampung Barat
Sebanyak 50 anggota Paskibraka Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026 dikukuhkan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Lamban Pancasila, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu malam (15/8).
Para anggota Paskibraka tersebut berasal dari berbagai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di wilayah Lampung Barat. Sebelum dikukuhkan, mereka menjalani masa karantina dan pembinaan di Wisma Sindalapai, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, sejak 2 Agustus 2026.
Selama masa pembinaan, para anggota Paskibraka mendapatkan pembekalan, pelatihan, pendidikan kedisiplinan, serta penguatan karakter sebagai persiapan menjalankan tugas kenegaraan.
Dalam sambutannya, Bupati Parosil menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial pada peringatan kemerdekaan, tetapi merupakan amanah yang mengandung nilai tanggung jawab, kedisiplinan, nasionalisme, dan penghormatan terhadap simbol negara.
“Di balik pengibaran Sang Merah Putih, terdapat kehormatan, tanggung jawab, disiplin, serta semangat perjuangan yang harus kalian junjung tinggi,” kata Parosil.
Para anggota Paskibraka akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar di Stadion Skala Bekhak, Lampung Barat, pada 17 Agustus 2026.
Bupati meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, kekompakan, dan memberikan kemampuan terbaik.
“Jaga nama baik diri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Lampung Barat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, kekompakan, dan keikhlasan,” ujarnya.
Parosil juga mengingatkan agar nilai-nilai yang diperoleh selama masa pembinaan tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara. Menurutnya, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, nasionalisme, dan toleransi harus menjadi bagian dari kehidupan para generasi muda.
Ia berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal bagi para anggota untuk membangun persaudaraan, menjaga persatuan, serta menjadi generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
“Rajutlah kasih sayang, persaudaraan, persahabatan, dan kerukunan di antara sesama anak bangsa,” kata dia.
Pengukuhan tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab 50 anggota Paskibraka Lampung Barat untuk menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di balik barisan 50 putra-putri terbaik tersebut, kisah Chiko Alvendra menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dari keluarga buruh tani di Pekon Kerang, ia kini mendapat kepercayaan berdiri membawa nama sekolah, keluarga, dan daerah dalam salah satu momen paling sakral dalam peringatan kemerdekaan.
Kini, Chiko hanya ingin memberikan yang terbaik.
Bukan hanya untuk menuntaskan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga untuk membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa perjuangan, kedisiplinan, dan kerja keras tidak pernah sia-sia.






