Andriana Wulandari Ketua Komisi B, DPRD DIY Serahkan Tokoh Wayang, Tandai Dimulainya Puncak Merti Dusun Tri Manunggal

Uncategorized1269 Dilihat

BANTUL medianasional.id – Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, S.E., M.I.P., menyerahkan tokoh wayang sebagai tanda dimulainya puncak acara Merti Dusun Tri Manunggal yang meliputi Pedukuhan Jaten, Manukan, dan Kunden, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Sabtu malam (15/8/2026).

Penyerahan tokoh wayang tersebut menandai dimulainya pagelaran wayang kulit sebagai puncak rangkaian kegiatan Merti Dusun Tri Manunggal yang mengusung semangat “Nyawiji Angrabuk.”

Kegiatan tersebut dihadiri Andriana Wulandari, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul beserta jajaran, Panewu Pajangan atau yang mewakili, Lurah Sendangsari Durori, para dukuh, ketua RT, tokoh masyarakat, serta warga Pedukuhan Tri Manunggal.

Dalam sambutannya, Andriana Wulandari menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Merti Dusun.

Menurutnya, Merti Dusun tidak sekadar menjadi agenda tahunan atau hiburan masyarakat. Lebih dari itu, tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong.

“Bagi saya, Merti Dusun bukan sekadar acara tahunan dan bukan sekadar hiburan. Merti Dusun adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada para leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong antarwarga,” ujar Andriana.

Ia juga menilai pagelaran wayang kulit memiliki nilai penting dalam pelestarian kebudayaan. Wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mengandung tuntunan dan berbagai nilai kehidupan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya banyak nilai kehidupan tentang kepemimpinan, keberanian, kesetiaan, kejujuran, tanggung jawab, dan perjuangan membela kebenaran,” tuturnya.

Andriana berharap tradisi Merti Dusun dan kesenian wayang kulit dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Anak-anak muda, menurutnya, perlu diberikan ruang untuk mengenal, mencintai, sekaligus melanjutkan kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga berharap pelaksanaan Merti Dusun Tri Manunggal membawa keberkahan bagi masyarakat Jaten, Manukan, dan Kunden.

“Semoga masyarakatnya semakin guyub, rezekinya semakin lancar, pertaniannya semakin baik, UMKM-nya semakin maju, anak-anak mudanya semakin kreatif, dan wilayah ini semakin nyaman serta sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Sendangsari Durori, mewakili seluruh panitia Merti Dusun Tri Manunggal, menyampaikan terima kasih kepada Andriana Wulandari serta jajaran Forkopimkap Pajangan yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat.

Durori juga mengapresiasi seluruh warga Jaten, Manukan, dan Kunden yang telah bergotong royong menyukseskan seluruh rangkaian Merti Dusun Tri Manunggal.

“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Andriana Wulandari, Forkopimkap Pajangan, serta seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan dukungan. Terima kasih juga kepada seluruh warga yang telah bergotong royong sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Durori.

Rangkaian Merti Dusun Tri Manunggal sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan. Pagelaran wayang kulit   dalang ki Wiji Nugroho dengan memgambil lakon “Dukut Wiji Sewu” sebagai puncak kegiatan sekaligus sarana hiburan bagi warga dan media untuk memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Melalui semangat “Nyawiji Angrabuk”, masyarakat Jaten, Manukan, dan Kunden kembali menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong serta komitmen bersama dalam melestarikan budaya di Kalurahan Sendangsari.(red/wid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses