
Tulungagung, Medianasional.id – Jumlah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pada tahun 2022 ini mengalami peningkatan yang signifikan di banding kan pada tahun 2021 kemarin.
Peningkatan CPMI ini di sebabkan adanya pandemi covid-19 yang sudah melanda dan saat ini di beberapa negara sudah memulai membuka lagi penerimaan PMI.
Kepala Dinas Ketenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, untuk tahun ini calon PMI di Tulungagung memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Untuk bulan Januari sampai bulan April 2022 setidaknya sudah ada 2000 calon PMI yang terdata dan siap berangkat.
“Pada tahun 2021 mulai bulan Januari sampai bulan Desember, calon PMI di Tulungagung tidak mencapai 2000 orang.
Tapi pada tahun 2022, mulai bulan Januari sampai bulan April ini,berdasarkan ID yang sudah terdaftar sudah mencapai 2000 CPMI yang masuk”, katanya.Senin (25/4/2022).
Agus juga menambahkan,meski ribuan calon PMI sudah mendapatkan ID, mereka tidak bisa langsung diberangkatkan ke negara tujuan. Lantaran mereka diharuskan menunggu selama satu hingga dua bulan. Mayoritas tujuan dari calon PMI yakni Taiwan dan Hongkong.
“Dua negara tersebut sudah dibuka bagi PMI dari Indonesia. Selain itu dalam waktu dekat Negara Malaysia juga akan membuka untuk menerima PMI,”Tambahnya.
Selain itu faktor penyebab kenaikan calon PMI asal Tulungagung di karena beberapa negara tujuan sudah mulai dibuka kembali, melihat selama dua tahun sebelumnya ditutup akibat pandemi Covid-19. Selain itu juga karena kondisi Covid-19 didalam negeri khususnya di Tulungagung juga sedikit demi sedikit sudah melandai, serta banyak masyarakat yang sudah tervaksin dan dipastikan aman untuk berangkat keluar negeri.
“Pada tahun 2021 sempat akan dibuka kembali saat kasus Covid-19 melandai, tetapi karena vaksinasi belum merata, jadinya kasus Covid-19 naik lagi, dan beberapa negara tidak jadi buka. Tetapi kalau tahun ini dipastikan buka,”jelasnya.
Menurut Agus,demi memaksimalkan potensi keberangkatan CPMI asal Tulungagung, Disnakertrans bekerjasama dengan PT penyalur PMI untuk bertanggung jawab menghandle diklat bagi calon PMI. Nantinya, akan ada iuran yang dibebankan kepada PT penyalur, yang mana iuran tersebut akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan tujuan untuk kembali mendidik calon PMI secara gratis.
“PT penyalur sendiri akan di bebankan iuran sebesar Rp 200 Ribu untuk satu calon PMI. Sesuai perhitungannya, jika terdapat 6000 calon PMI yang bisa diberangkatkan, maka pemerintah akan mendapat PAD sebesar Rp 1,2 M yang nantinya uang tersebut bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mendidik calon PMI di Tulungagung.
Dan selama ini untuk pendidikan calon PMI dilakukan oleh PT penyalur dan beban biaya dibebankan ke calon PMI. Maka dari itu pemerintah meminta bagian tersebut yang nantinya untuk pendidikan para CPMI kedepannya”, Pungkasnya.(AR).






