Bupati Soroti UMKM Kendal Belum Miliki Tempat Jual yang Representatif, Wisatawan Kerap Kebingungan

Jawa, Jawa Tengah, Kendal1328 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyoroti banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerahnya masih kesulitan memasarkan produk karena belum memiliki tempat penjualan yang representatif. Kondisi ini berdampak pada minat wisatawan yang ingin mencari produk lokal berkualitas namun kebingungan tidak tahu harus menuju ke mana.

Menurut Bupati, setiap kali ada wisatawan yang menanyakan lokasi pusat oleh-oleh khas Kendal, pemerintah daerah maupun warga kerap kebingungan memberikan rujukan yang tepat. Situasi ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem pemasaran UMKM agar produk lokal lebih mudah dijangkau.

Ia menuturkan bahwa potensi UMKM Kendal sebenarnya besar, namun belum didukung dengan fasilitas pemasaran yang memadai.

“Kami terkadang ragu menjawab pertanyaan itu,” kata Bupati dalam kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Uji Kompetensi di Kendal, Senin (24/11/2025).

Bupati menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong adanya pusat pemasaran terpadu yang mampu menampung berbagai produk unggulan. Dengan demikian, wisatawan maupun pembeli dari luar daerah dapat menemukan produk Kendal dengan lebih mudah dan nyaman.

Selain pembangunan ruang fisik, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan pemasaran digital. Ia menyebutkan bahwa UMKM harus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mencari dan membeli produk melalui platform digital.

Melalui pelatihan digital marketing tersebut, pemerintah berharap UMKM Kendal dapat meningkatkan kualitas promosi, memperluas pasar, dan menjawab kebutuhan wisatawan serta pembeli yang menginginkan produk lokal berkualitas. “UMKM harus naik kelas, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” tegasnya.

Sementara itu, pelatihan digital marketing diikuti 140 pelaku UMKM yang mendaftar melalui tautan resmi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk lulusan S2. Seluruh peserta akan menjalani uji kompetensi, dan bagi yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat digital marketing dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang dikenal memiliki nilai tinggi dan biaya pelatihan yang tidak murah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Toni Ariwibowo, menyampaikan bahwa peserta merupakan para pelaku UMKM dan warga Kendal yang melek teknologi serta berkomitmen mengikuti pelatihan secara penuh. Program yang digelar selama sepuluh hari di BLUD Kendal tersebut memanfaatkan anggaran cukup besar sehingga diharapkan mampu menghasilkan SDM yang benar-benar kompeten.

Sebanyak 14 materi diberikan kepada peserta, meliputi pengenalan dasar marketplace, manajemen penjualan dan bisnis, hingga strategi digital marketing. Seluruh materi dirancang untuk membantu peserta memahami proses pemasaran modern secara lebih komprehensif.

Toni berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dalam pengembangan usaha masing-masing. “Keluar dari pelatihan ini harus sudah aktion, langsung praktik lapangan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses