Padang, medianasional.id — Bupati Pasaman, Welly Suhery, ST, menghadiri kegiatan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) Tahun 2025 sekaligus Seminar “Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer: Menapaki Jejak Sang Mahadira Raja, Membaca Ulang Adityawarman” di Aula Gubernur Sumatera Barat, Kamis (28/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya menjaga, merawat, dan memperkuat nilai-nilai kebudayaan serta sejarah yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pasaman yang kaya akan warisan leluhur.
Dalam kesempatan itu, Bupati Welly Suhery menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan menjadi bagian dari kegiatan kebudayaan tingkat provinsi tersebut. “Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan hadir dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat WBTBI Tahun 2025 sekaligus seminar Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer ini,” ujarnya.
Ia menyebut, kegiatan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Menurutnya, menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, budayawan, dan masyarakat.
Melalui seminar yang mengangkat sosok Adityawarman tersebut, peserta diajak untuk menapaki kembali jejak Sang Mahadira Raja dan membaca ulang sejarah kejayaan Minangkabau pada masa lalu yang penuh nilai perjuangan dan kepemimpinan.
Bupati Welly Suhery berharap, kegiatan seperti ini dapat membuat generasi muda semakin mengenal sejarah dan budaya Minangkabau. Ia menekankan pentingnya pewarisan nilai budaya agar tidak hilang ditelan zaman.
“Semoga melalui kegiatan seperti ini, generasi muda semakin mengenal sejarah dan budaya Minangkabau, serta bersama-sama kita wariskan kekayaan budaya ini kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Ia menegaskan, budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang jati diri dan masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. (Jamal Mirdat)






