
Kajen, medianasional.id Kamis (12/07/2018) siang, usai meresmikan pembangunan Pasar Kedungwuni, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, menghadiri dan membuka kegiatan Seminar dan Workshop Keaksaraan Awal Melalui Bermain Bagi Pendidik PAUD, di Gedung H.A. Djunaid Convention Center di Buaran Kota Pekalongan.
Seminar dan workshop yang diikuti oleh 1000 guru PAUD se Kabupaten Pekalongan, dihadiri oleh Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan – Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dindikbud Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP., beserta para Kepala Bidang, Penilik PAUDNI Kabupaten Pekalongan, Koordinator Pengawas TK Kabupaten Pekalongan, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Pekalongan dan Ketua IGTKI Kabupaten Pekalongan serta Narasumber Dian Anshoriyah M.Pd bersama Sapu Lidi 12.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru PAUD yang bersama-sama berikhtiar untuk meningkatkan capacity building yakni membangun kapasitas kita sebagai guru PAUD yaitu dengan mengikuti Seminar dan Workshop Keaksaraan Awal Melalui Bermain ini. “Ini adalah salah satu upaya yang sangat bagus karena saat ini saya bersama seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan sedang melakukan dua kerja yaitu hard work (kerja keras) dan smart work (kerja cerdas),” ujar Bupati.
Menurut Bupati, apabila kita bisa mengimplementasikan kerja keras dan kerja cerdas kita, insya Allah kita akan mampu mendidik anak-anak kita apalagi anak usia dini, menjadi hal yang sangat penting untuk kita tanamkan kepada anak-anak kita.
Dijelaskan Bupati, mendidik dan mengajar anak umur 0 – 4 tahun yang merupakan tugas para pendidik PAUD adalah ruang umur yang sangat rawan karena cetak biru manusi pada hakikatnya ditentukan dari usia/umur yang paling rendah yakni 0-4 tahun.
Masih menurut Bupati, menurut suatu kajian juga diungkapkan bahwa 50% kapasitas kecerdasan manusia terjadi ketika anak berumur 4 tahun, kapasitas kecerdasan mencapai 80% ketika anak berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika anak berusia 18 tahun.
“Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 4 tahun pertama, sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya, dan selanjutnya perkembangan otak akan berhenti atau mengalami stagnasi. Itulah kenapa masa ini dinamakan masa emas perkembangan, karena setelah masa perkembangan ini lewat, berapapun kapasitas kecerdasan yang tercapai oleh masing-masing individu, tidak akan mengalami peningkatan lagi,” tutur Bupati.
Bupati berharap agar tujuan seminar dan workshop dapat tercapai dengan baik dan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Maka orang nomor satu di Kota Santri itu mengharapkan kepada narasumber agar dapat menunjukkan contoh-contoh edukasi Anak Usia Dini berdasarkan Kurikulum 2013 PAUD terutama terkait pengenalan keaksaraan di PAUD yang sering menjadi polemic sampai saat ini.
“Orang tua dan wali murid harus banyak diikutsertakan dalam kegiatan – kegiatan seperti seminar, sosialisasi, family gathering dan lain sebagainya. Kami juga berpesan kepada para pendidik PAUD untuk meningkatkan kompetensi agar dapat mendidik peserta didik dengan baik, karena 31 tahun yang akan datang yakni pada tahun 2045 kita berharap akan terwujud generasi emas sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan, 100 tahun Indonesia Merdeka. Anak-anak inilah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Pekalongan,” papar Bupati.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan Dra Hj. Munafah Asip Kholbihi menyampaikan rasa bangga, salut dan memberikan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada HIMPAUDI Kabupaten Pekalongan yang telah mengadakan kegiatan Seminar dan Workshop.
“Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan saya nitip untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para pendidik PAUD. yang saya tahu, mereka tidak ada honor yang sesuai, karena pendidik PAUD adalah relawan-relawan yang bekerja penuh keikhlasan dan dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan PAUD, karena Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pondasi awal pembangunan sumber daya manusia.” ucap Hj. Munafah.
Sumber : didik/dinkominfo kab.pekalongan
Kontributor : Sofyan ari
Editor : Puji_Leksono



