Sulawesi Tengah, medianasional.id – Bupati Kabupaten Banggai, Amirudin Tamoreka membuka secara resmi tes kompetensi manajerial dan sosial kultural seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II.B.
Sesuai data yang dihimpun media ini, total dinas yang diseleksi sebanyak 14 (empat belas) dinas, namun 1 (satu) dinas yaitu Dinas Kesehatan tidak dibuka untuk seleksi karena seluruh pendaftar pada dinas tersebut tidak memenuhi kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan, dengan jumlah peserta yang mengikuti seleksi sebanyak 66 (enam puluh enam) orang.
Pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini berpedoman pada Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, yang kemudian dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen ASN.
Seluruh tahapan seleksi terbuka ini juga mengacu pada PermenPAN RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Kegiatan ini, diketahui diselenggarakan Oleh BKPSDM daerah setempat, di Ruang Rapat Umum Kantor Sekertariat daerah (Setda) Kabupaten Banggai, Bukit Halimun, Luwuk Selatan, Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (15/4/2026).
Hadir dalam kegiatan dimaksud Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Sekda Kabupaten Banggai,Ramli Tongko, Kepala BKPSDM Kabupaten Banggai Farid Hasbullah Karim (Penyelenggara), Tim Assesor UPT Penilaian Kompetensi Provinsi Sulawesi Tengah yang berjumlah 8 orang yang dipimpin Tri Rahmawati Husein, para Staf Ahli Bupati dan Assisten Sekda Banggai, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),serta seluruh peserta seleksi terbuka.
“Melalui tahapan ini, kita ingin memastikan bahwa calon pejabat pimpinan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas kepemimpinan yang kuat, kemampuan manajerial yang efektif, serta kepekaan sosial yang tinggi terhadap dinamika masyarakat,”ujar Bupati dalam sambutannya.
“Melalui seleksi ini, saya berharap akan lahir pemimpin birokrasi yang memiliki integritas tinggi dan menjunjung kejujuran, memiliki visi yang jelas serta berorientasi pada kemajuan daerah, mampu bekerja secara kolaboratif, serta memiliki keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab,” sambungnya.
Bupati menegaskan, bahwa pejabat pimpinan tinggi pratama dituntut untuk memiliki integritas, loyalitas, serta visi berorientasi pada kemajuan daerah, kompetensi sosial kultural merupakan aspek penting yang harus dimiliki para kepala perangkat daerah, karena para pejabat dituntut untuk mampu membangun harmoni sosial, menjaga persatuan, serta memahami karakteristik masyarakat yang dilayani.
Tak lupa Bupati menyampaikan selamat atas kesempatan yang telah didapatkan para peserta seleksi “Semoga seluruh proses seleksi dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh dan setiap peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya,” tandas Bupati.
Pewarta : Zainal La Adala (Koordinator Wilayah Indonesia Timur)
Editor : Zainal La Adala






