Bantuan Perahu Nelayan T.A 2025 Diduga tidak Sesuai Proposal yang Diajukan Masyarakat

Kapuas377 Dilihat

Kuala Kapuas, medianasional.id – Penyaluran bantuan perahu nelayan Tahun Anggaran (TA) 2025 melalui Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas, untuk masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan diduga tidak sesuai harapan, Sabtu (3/5/2025).

Dikutip dari salah satu media online yang memberitakan terkait bantuan perahu nelayan Pemkab Kapuas yang diterbitkan pada Senin (14/4/2025) bahwa bantuan perahu nelayan tersebut telah mendapatkan apresiasi dari legislator Kab. Kapuas.

Dan menurut legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) Saferaniansyah dari Daerah pemilihan (Dapil) Kapuas I Kec. Selat ini, bahwa dukungan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para nelayan yang selama ini menghadapi berbagai kendala dalam mencari nafkah di perairan.

Adapun bantuan perahu nelayan yang diberikan kepada tiga kelompok nelayan di Kec. Selat, yakni satu kelompok di Kel. Murung Keramat sebanyak 10 unit, dan untuk dua kelompok di Desa Pulau Telo Baru sebanyak 18 unit perahu.

Bahkan media online tersebut menyebutkan, selain perahu, bantuan juga dilengkapi dengan mesin dan alat tangkap ikan, sehingga para nelayan dapat lebih maksimal dalam menjalankan aktivitas melaut. Namun faktanya berbeda dengan apa yang diberitakan media online tersebut.

Saat awak medianasional.id dan rekan media online lainnya melakukan investigasi ke lapangan untuk memastikan kebenaran terkait bantuan perahu nelayan tersebut.

Medianasional.id konfirmasi kepada ketua kelompok penerima asas manfaat bantuan perahu nelayan Desa Pulau Telo Baru, tepatnya di Handel Nangka, Rudi, saat ditanyakan ada berapa perahu nelayan yang diterima, Ia membeberkan, “untuk kelompok saya ada 9 perahu sama mesinnya, namun untuk alat tangkap ikan itu tidak ada,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, “padahal didalam permohonan proposal itu lengkap perahu nelayan sama mesinnya, serta alat tangkap ikannya, dan pengajuan proposal tersebut sebenarnya ada 10 orang, namun yang diterima hanya 9 orang,” cetusnya.

Rudi selaku ketua kelompok menyampaikan harapannya, “semoga pihak dinas terkait bisa memberikan peralatan alat tangkap ikannya agar kami selaku penerima asas manfaat bisa beraktivitas menjalankan profesi kami sebagai nelayan,” pungkasnya. (Mirhan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses