Anggaran Proyek Pembangunan Gapura di Lambar Dinilai Menguntungkan Kades

Lampung Barat491 Dilihat

 

Lampung Barat, medianasional.id – Hasil investigasi medianasional.id dan Tim Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Lambar pada tanggal 20 Juli 2018.
Lagi lagi menemukan penyimpangan pembangunan Gapura di Pekon (Desa) Suka Jaya Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat.

Pembangunan gapura yang saat ini hampir rampung ternyata selain tidak memasang papan plang proyek, ternyata pengerjaan gapura itu juga melibatkan pihak ketiga atau ke warga desa lain. Hal itu disampaikan langsung oleh kepala tukang kepada medianasional.id, Jumat 20 Juli 2018.

Kepala tukang yang enggan disebut namanya mengatakan, “pembangunan Gapura ini kami borong seharga Rp 5.500.000 pak. Kami berdua sudah 15 hari kerja”, ucapnya.

Ketika ditanya jumlah material yang dihabiskan, iapun menjelaskan secara rinci.
“Untuk material itu sendiri habisnya,
1). Pasir 4 Mobil pick up atau 6 m², harga sampai sini Rp 350.000 dengan total Rp.1.400.000.
2). Batu belah satu mobil pick up (1 Kubik) Rp 200.000 sampai lokasi.
3). Batu Seplit 1 Kubik Rp 400.000
4). Batu Bata 1800 harga Rp 700/ pcs. Sehinga jumlah uangnya hanya Rp 1.260.000.
5). Keramik Batu Alam, habis 23 kotak atau 23 meter. Per meternya Rp 70 jadi uangnya Rp 1.610.000.
6). Besi 10 itu kami hanya di beliin 8 batang, dengan harga Rp 78.000 / batang. Jadi jumlah uangnya Rp 624.000.
7). Untuk besi 6 atau besi cincin di belikan 6 batang. harganya Rp 30.000/ batang, jadi jumlahnya Rp 180.000.
8). Blendrat atau tali besi 1 kg. Harganya Rp 20.000.
9). Semen menurut pengakuan tukang sampe selesai hanya habis 30 sak. Harga Rp 62.000 / sak sampai lokasi, total Rp Rp 1.860.000.
10). Cat tembok 1 galon 25 kg, harga Rp Rp 300.000.
11). Cat minyak 6 kaleng, harga Rp 55.000, total uangnya Rp 330.000.
12). Benang tiga gulung, harga Rp 5000 / gulung, jumlah Rp 15.000.
13). Kuas cat 4 biji, harga Rp 15,000. Jumlah Rp 60.000.
14). Tiner 1 kaleng Rp 80,000”, papar ketua tukang.

Jika dirinci dari hasil seluruh keterangan tukang tersebut maka jumlah dana yang terpakai Rp 8.339.000. Dan bila ditambah upah tukang sejumlah Rp 5.500.000 maka jumlah dana keseluruhan hanya terpakai Rp 13.839.000.

Demikian informasi yang berhasil dihimpun medianasional.id dan JPK Lambar. Terkait besarnya sisa dana yang mencapai Rp 20 juta, Pemerintah atau instansi terkait terkesan tutup mata. Sebanyak 3 Desa Dari 3 Kecamatan hampir rata-rata menyisakan dana sekitar Rp 20 juta-an. Tidak menutup kemungkinan jika  131 Desa menyisakan Dana masing-masing Rp 20 juta, maka Rp 2 Miliar lebih Dana Desa tidak tahu kemana mengalirnya?

Reporter : Dedi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses