
Malang, medianasional.id – Ketika beberapa kali Aksi Demo Aliansi Masyarakat Anti Korupsi atau gampang diucap AMATI yang dikordinator M.Romadhony yang disapa Dony selalu memonitor & mengamati kinerja eksekutif – legislatif baik anggaran, kebijakan bahkan pelayanan publik tanpa kecuali telah diundang secara resmi audensi bersama anggota Dewan DPRD kota Malang (khususnya komisi B), Rabu (11/12/2019).
Wahyu eko setiawan yang akrab dipanggil Sam Wes mengawali pembicaraan dengan penuh kritisi menyampaikan semua pembangunan mangkrak dan tidak sesuai fungsi serta tidak ada kejelasan pengelolaanya menjadikan masyarakat khususnya tidak keberanian pemkot & DPRD terkesan lamban mengantisipasi keluhan warga khususnya tentang pasar- pasar mangkrak & Pengelolaan Mall Ramayana syarat dugaan adanya kongkalikong tanpa ada keterbukaan Publik.

Bahkan rencana pembanggunan Gedung MCC yang sedang Pro & Kontra ketidak jelasan mekanisme sosialisasi mengedepankan kepentingan para pelaku ekonomi kreatif selama ini pernah disampaikan walikota Sutiaji 180 para kreator ternyata bohong dan tidak ada data sama sekali yang masuk di Meja DPRD, hal tersebut dibenarkan oleh ketua Komisi B di ruang Audensi.
Tujuan AMATI audensi dengan Wakil Rakyat dikomisi B yang membidani Perekonomian, penggunaan Anggaran serta Aset,sebagai bentuk kecintaan ke pada kota malang. Sehingga di perlukan kontrol dari elemen masyarakat akan proyek pembangunan ataupun kebijakan pemkot Malang yang di nilai kurang Pro pada warga kota Malang.

Banyak kebijakan pemkot yang saat ini menjadi sorotan tajam,salah satunya proyek rencana pembangunan MCC yang telan dana APBD sebesar 125 Milyar dengan tuntas, one Year bahkan bisa sisinyalir jg mengajukan Anggaran tambahan melalui PAK 60 Milyar yg rencana total 185 Milyar nilai yang Fantastis buat MCC yg msh dalam Evaluasi Gubernur serta PRO & KONTRA pada masyarakat yang selama ini tdk ada sosialisasi rencana pembangunanya dan terkesan Sabgat mendesak seolah olah dikejar Target.
Bido Suasano yang hadir akrab dipanggil Bido pernah menjadi anggota dewan di era tahun 2003 yg hadiir dengan penampilan Style Rock N Roll berbusana Millenia menyampaikan di forum Audensi dengan bahasa seorang aktivis era 98′ menyampaikan bahwa “Perlu dipertimbangkan kembali akan pembangunan MCC, akan lebih baik persiapkan dulu SDM para kreator/kreatifitas agar produk yang di hasilkan bisa bersaing dengan produk dari negara Cina yang saat ini menyerbu negara kita, semua apapun produk karya bisa terwujud dengan mengarahkan SDM yang jelas sesuai kemampuan dan Azas manfaat yang tepat, akan didirikannya yang rencana 8 lantai bersama 180 pegiat maupun pelaku kreativitas di Malang” ujarnya.
Disela audensi di ruang Dewan ia juga menjelaskan “Untuk 180 kreator tersebut sampai hari ini belum ada daftar kejelasan siapa saja pegiat tersebut dari pemkot yang disampaikan Arif Wahyudi sebagai anggota Legislatif secara transparan dan kebenaranya. Jadi apa yang dilakukan pemkot & wakil rakyat secara otomatis ini jangan ada terjadi kebohongan publik yang sangat miris dan ini jangan sampai Kebohongan yang diperindah” ujar Bido dihadapan mik dengan lantang.
Beberapa auden diantaranya seorang pergerakan aktivis senior yang membidangi dunia perbankan CBC/ Crysis Bank Center selaku Direktur Wilayah jatim serta Ketua Asosiasi pemegam saham di Bank Jatim menyampaikan ”Perlunya ke hati-hatian dalam penyusunan APBD baik itu dari pihak eksekutif maupun legeslatif. Banyak kepala daerah yang tertangkap KPK dikarenakan Sembrono dalam penyusunan anggaran & pengelolaan keuangan sebuah proyek/kebijakan tanpa memikirkan resiko kedepan, yang mengakibatkan kerugian atas kebocoran maupun rekayasa penggunaan APBD yang sangat sensitif dan perlu ketelitian masalah Anggaran keuangan yang sesuai aturan sesuai keperuntukanya” terang Sugiarso.
Ia juga menerangkan “anggaran CSR yang selama ini dikota Malang minim mengajukan & mempergunakan disetiap pengembangan kemajuan kota Malang. Kenapa walikota sekarang tidak punya inisiatif & memberikan peluang pada setiap masyarakat mensosialisasikan pada warga bagaimana mendapatkan dana CSR yang tepat dan mafaat selain pergunakan APBD” ucap Sugiarso dengan penuh penyesalan kepada Walikota Malang yang baru baru mencanangkan Kota Malang Smart.
Wiwik dari politikus PDIP dan Lokh Mahfud juga menyampaikan sangat tepat Apresiasi AMATI menyoroti atas pemerintahan kota Malang yang dikritisi blak- blakan mengawal APBD & Kinerja DPRD dan Kebijakan lain agar tidak terjadi badai anggota dewan yang masuk di gedung merah putih KPK.
Sementara itu Romadhony juga sangat menyayangkan akan minimnya pihak Humas Dewan menyuarakan mempublikasikan secara transparan rekan- rekan media ketika ada hasil audensi maupun hearing terkesan tertutup tidak adanya Preesrealis serta informasi ketika adanya evaluasi maupun teguran Gubernur tentang pengunaan anggaran maupun arahan kebijakan yang harus diperbaiki tentang usulan eksekutif yang dipertanyakan.
Di ujung akhir audensi kordinator AMATI, Dony sempat menyampaikan dengan tegas agar dalam agenda audensi dilanjutkan Hearing melibatkan Eksekutif & Legislatif terkait. Dengan harapan catatan ini dibuat berita acara/notulen resmi agar progres aspirasi lebih dikawal dengan tepat & benar serta disampaikan pada awak media yang meliput di wilayah pemkot Malang.
Reporter : nrt
Editor : sunarto






