Nakhoda Baru PBNU: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum Periode 2026–2031

Jawa Timur1147 Dilihat
JOMBANG, medianasional.id – Forum tertinggi Nahdlatul Ulama, Muktamar ke-35 NU, secara resmi melahirkan kepemimpinan baru untuk masa khidmat lima tahun ke depan. Pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mufakat ditunjuk oleh tim AHWA sebagai Ketua Umum PBNU menggantikan kepengurusan sebelumnya. 
.
“Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026–2031,” ujar KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil keputusan sidang pleno di Jombang.
 
Proses pemilihan berjalan dinamis melalui dua tahapan utama, yang pertama Penjaringan Suara Muktamirin. Seluruh pemilik suara melakukan pemungutan suara tertulis untuk menyaring lima besar kandidat. Gus Kikin mendominasi tahap awal ini dengan meraih 472 suara. Empat kandidat lain yang masuk dalam lima besar adalah KH Zulfa Mustofa (262 suara), KH Abdussalam Sochib (261 suara), KH Yahya Cholil Staquf (258 suara), dan KH Abdul Ghofar Rozin (155 suara).

Tahap kedua Musyawarah Penentu AHWA. Kelima nama tersebut kemudian diserahkan kepada sembilan kiai sepuh anggota AHWA. Melalui musyawarah tertutup yang berlangsung khidmat selama 40 menit, AHWA mencapai kata sepakat menetapkan Gus Kikin sebagai nakhoda baru PBNU. 
Sorotan Pidato Perdana Gus Kikin: Momentum Spesial dan Penemuan Kembali Naskah Kanun Asasi
.
Dalam pidato perdananya pada acara penutupan muktamar, Gus Kikin secara khusus menyampaikan rasa syukur atas jalannya musyawarah yang teduh dan penuh solusi. Ia juga menggarisbawahi kehadiran istimewa Presiden RI Prabowo Subianto yang mengawal penuh jalannya acara dari pembukaan hingga penutupan. 
“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita bermuwajahah dalam acara penutupan Muktamar yang ke-35. Ini sangat spesial khusus Bapak Presiden Republik Indonesia menghadiri acara ini. Pembukaan hadir dan penutupan hadir, baru kali ini terjadi,” ujar Gus Kikin disambut hangat para jemaah. 
Lebih lanjut, Gus Kikin menyampaikan visi strategis ke depan dengan menyinggung penemuan kembali dokumen historis yang sangat fundamental bagi organisasi berlambang jagat tersebut.
“Kita bersyukur atas ditemukannya kembali naskah asli Kanun Asasi karya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Dokumen ini akan menjadi landasan utama sekaligus panduan kita semua di masa depan untuk menggalang persatuan, merajut persaudaraan, serta memastikan NU terus berkhidmad secara nyata demi kemaslahatan masyarakat dan umat, terutama memasuki abad kedua NU ini,” tegasnya. 
Duet Kepemimpinan Tertinggi
Selain menetapkan posisi Ketua Umum Tanfidziyah, sidang pleno Muktamar ke-35 NU juga mengukuhkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU. Kombinasi kepemimpinan ulama sepuh dan organisatoris ini diharapkan mampu membawa lompatan besar bagi kemajuan ormas Islam terbesar di dunia tersebut, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam merawat keutuhan bangsa.
.
Rangkaian acara Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang ini pun resmi berakhir seiring dengan penutupan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses