Kalimantan Utara, medianasional. id – Pulau Bunyu masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Diketahui Luas pulau bunyu 198.32 km persegi. Sekitar 14℅ atau 2.600 ha merupakan area konsesi tambang batu bara yang dimiliki sejumlah perusahaan diantaranya PT Saka Putra Perkasa, PT Garda Tujuh Buana, PT Lamindo Multikon, dan PT Alam Bumi Jasindo.
Aktivitas pertambangan ini menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran sungai dan pesisir, yang memaksa nelayan untuk mencari lokasi baru untuk mencari ikan.
Selain itu masyarakat daerah setempat mengkhawatirkan Pulau Bunyu akan tenggelam akibat aktivitas pertambangan batu bara. Pulau ini, yang merupakan pulau kecil dengan luas di bawah 2.000 km², seharusnya dilindungi dari aktivitas pertambangan berdasarkan Undang-undang. Namun, faktanya persuhaan tersebut terus melakukan operasi tambang batu bara yang menyebabkan pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran sungai dan pesisir, yang memaksa nelayan untuk mencari lokasi baru untuk mencari ikan.
Berikut beberapa poin penting terkait ancaman tenggelamnya Pulau Bunyu:
Pulau Kecil yang Rentan:
Pulau Bunyu termasuk dalam kategori pulau kecil, yang rentan terhadap kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Pelanggaran Undang-undang:
Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014, melarang aktivitas pertambangan di pulau kecil yang luasnya kurang dari 2.000 km² Jaringan Advokasi Tambang.
Dampak Lingkungan:
Pertambangan batu bara di Pulau Bunyu telah menyebabkan pencemaran sungai dan pesisir, yang berdampak pada mata pencaharian nelayan.
Ancaman Tenggelam:
Meskipun belum ada laporan langsung tentang tenggelamnya pulau, aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan dapat mempercepat proses penurunan permukaan tanah dan meningkatkan risiko tenggelamnya pulau di masa depan.
Untuk itu Pemerintah harus serius menyikapi terkait hal tersebut, dan segera mengambil langkah yang tepat untuk melindungi rakyatnya yang mendiami Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Pewarta : Zainal La Adala
Editor : Zainal La Adala






