Maluku, medianasional.id – Saudah Tethool, Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, mengungkapkan bahwa harga tiket pesawat di Kabupaten Maluku Tenggara, mengalami kenaikan yang signifikan setelah Lion Air tidak lagi beroperasi di wilayah tersebut, dan pengelolaannya dikembalikan ke Wings, imbuhnya.
” Harga tiket sebelumnya hanya sekitar satu juta rupiah, tetapi kini naik menjadi lebih dari dua juta rupiah. Saya meminta agar Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dapat bekerja sama dengan pihak penerbangan untuk menekan harga tiket agar kembali normal seperti sebelumnya, ” ujarnya kepada wartawan di Karpan Ambon, Selasa(28/3/23).
Selain itu, Tethool juga mengatakan bahwa harga tiket pesawat yang mahal, dapat menghambat kunjungan wisatawan ke daerah ini, dan meminta adanya kerja sama antara pemerintah dan maskapai penerbangan, untuk menurunkan harga tiket di Maluku Tenggara. Dia juga mengingatkan, agar tidak ada pihak lain yang menekan harga tiket, agar tidak menjadi beban bagi masyarakat, dan mendukung perkembangan pariwisata di daerah tersebut, tutupnya.






