
Batang, medianasional.id Terkait berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang ada 248 desa dan kelurahan, baru ada 56 desa yang sudah terbebas dari buang air sembarangan atau (ODF) sehingga masih tersisa 192 Desa yang belum terbebas dari ODF.
Mengingat kesadaran masyarakat yang kurang terhadap ODF Bupati Batang Wihaji terus berupaya menyadarkan masyatakat menggandeng TNI Kodim 0736 untuk ikut grobyok agar tahun depan Batang sudah tersebas dari ODF.”Ucapnya
” Tentu harapan ini sebagai target kami tahun depan masyarakat Kabupaten Batang tersebas dari ODF, dan ini perlu kerjasama gropyok lintas sektoral, untuk mensukseskannya,” Kata Bupati Wihaji saat Deklarasi ODF di Pendopo Kantor Bupati Setempat (3/12/18).
Disampaikan Dinas Perumahan dan Pemukiman bahwa sudah kami perintahkan untuk pembuatan jamban komunal lanjutnya, tak hanya itu dana CSR dari Perusahaan juga kami minta seperti PLTU untuk pembuatan pembangunan jamban bagi daerah terdampak.”Jelas Wihaji.
“Saat ini ada 2 hal yang mempengaruhi kebiasaan buang air besar sembarangan yaitu mental dan tidak adanya fasilitas,” kata Wihaji.
Ia pun meminta ada penguatan mental dari semua stake holder untuk mengurangi hal ini seperti bidan desa, pkk, kepala desa, camat, puskesmas, komunita-komunitas dan terutama dinas kesehatan untuk melakukan sosialisasi pemberian pemahaman kepada masyarakat.”ucapnya.
“Saat ini Startegi kita untuk percepat optimalisasi bebas ODF dengan pembuatan WC komunal, penyediaan fasilitas dan pemberian bantuan jamban kepada masyarakat” ucapnya.
Lanjutnya Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Batang Dr. Hidayah Basbhet, sosialisasi intens akan kita lakukan, yang mana dari data kami tingga 17 – 18% Kepala Keluarga (KK) yang belum mempunyai kesadaran membuang air besar pada tempatnya dan 82,66 % telah menggunakan jamban untuk buang air besar.”Tuturnya.
“Tentunya peran dan dukungan sekolah juga memiliki peran yang strategis untuk sosialisasi dalam menerapkan kebiasaan buang air pada tempatnya, sehingga kebiasaan sejak dini menjadi suatu keterbiasaan” pintanya.
Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono






