Wihaji Bangga Desa Keborangan Pengrajin Kotak Perhiasan

Batang589 Dilihat

Batang, medianasional.id Kunjungan Kerja Ngudo Roso Bupati Wihaji jilid 7 ke Desa Keborangan dikejutkan denga kotak perhiasan hasil produk kerajinan ekonomi kreatif KUB ( Kelompok Usaha Bersama) Seruni Rabu, (25/7/18).

” Saya terkejut yang selama ini kotak perhiasan di toko – toko emas, ternyata pembuatanya di Desa Keborangan, ini sangat luar biasa,” kata Wihaji usai ikut dalam pembuatan kotak perhiasan.

Lebih lanjut mengatakan, bahwa ekonomi kreatif menjadi bagian dari visi misi Pemkab dengan one vilage one produk dan inilah yang akan kita gali dan kembangkan sebanyak – banyaknya.

” Desa Keborangan akan kita jadikan contoh one vilage one produk sebagai pencetak kotak perhiasan, virus ini akan kita tularkan sebagai strategi bisnis karena pasarnya jelas, bahan bakunya mudah dan pembuatanya pun mudah,” jelas Wihaji

Ia juga berharap menggandengkan usaha tersebut dengan penerima manfaat PKH ( Program Keluarga Harapan ) untuk membuat kelompok usaha meniru ekonomi kreatif ini.

“Penerima manfaat akan Kita bina dan di latih meniru membikin kerajinan ekonomi kreatif, tapi membikin kotak sarung dan kotak batik sehingga tidak bersaing dan pasarnya jelas,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budisantoso mengatakan, kegiatan ekonomi kreatif KUB Seruni akan kita bina dan bantu dalam pemasaranya bersama dinas perdaganagan agar bisa lebih betkembang lagi.

” Produk kotak perhiasan akan kita branded melalui digital marketing dengan pemasaran online, membantu menjembatani dan membantu permodalan,” katanya

Tak hanya itu, kegiatan ekonomi kreatif ini akan kita kembangkan menjadi salah satu tujuan obyek wisata, lanjutnya.

Ketua KUB Seruni Kastiah menjelaskan, pembuatan kotak perhiasan sudah berlangsung selam 10 tahun dengan pekerja 13 orang.

” Untuk kotak perhiasan kita pasarkan ke Jakarta, Semarang, Pekalongan dengan omset satu bulan mencapai Rp.15 juta, dengan harga jualnya satu lusin mencapai Rp.45 ribu hingga Rp.55 ribu,” kata Kastiah

Ia berharap Pemkab Batang bisa membantu dalam pemodalanya dan pemasaran melalui online, karena selama ini dalam memasarkanya masih manual atau mendatangi toko – toko perhiasan.

Kontributor : edo

Editor : Puji_Leksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses