TEBO, medianasional.id – Rencana penggunaan Jalan TMMD di Kecamatan Tebo Ilir sebagai jalur pipa gas oleh PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd memicu gelombang penolakan keras dari masyarakat setempat. Pihak perusahaan dinilai sengaja menutup mata dan mengabaikan suara warga demi memangkas biaya operasional bisnis mereka.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Sungai Bengkal, Ari Azman, menyatakan bahwa penolakan bersama telah disampaikan secara resmi dalam forum terbuka. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perangkat RT/RW, pemerintah kelurahan, hingga perwakilan PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd. Namun, perusahaan diketahui tetap nekat mengajukan permohonan izin ke Pemerintah Kabupaten Tebo.
“Penolakan sudah kami sampaikan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh pihak kelurahan maupun perusahaan. Namun mereka tetap mengajukan izin. Seolah perusahaan tuli dan hanya memikirkan keuntungan bisnis tanpa menghormati pengorbanan warga, khususnya para penghibah lahan,” ujar Ari Azman kepada media, kemarin.
Ari menjelaskan, Jalan TMMD tersebut memiliki nilai sejarah dan perjuangan bagi masyarakat. Awalnya, jalan itu merupakan jalan warga selebar 5 meter yang dihibahkan secara sukarela untuk akses bersama. Demi mendukung program TMMD, para pemilik kebun di sepanjang jalan kembali menghibahkan lahan pribadi mereka sebesar 3,5 meter di sisi kiri dan kanan, sehingga lebar jalan kini mencapai 12 meter.
Warga menekankan tiga poin utama yang mendasari penolakan ini:
- Tujuan Awal Hibah: Lahan diberikan secara sukarela murni untuk fasilitas publik, kelancaran transportasi warga, dan pengembangan kawasan permukiman masa depan, bukan untuk jalur operasional korporasi.
- Status Hukum Lahan: Sebagian besar lahan tambahan yang dihibahkan warga saat ini masih berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama para penghibah.
- Indikasi Penghematan Sepihak: Perusahaan diduga kuat memaksakan jalur ini demi menghindari kewajiban pembebasan lahan, sewa, ataupun pembayaran ganti rugi tanaman tumbuh yang harus dibayarkan jika menggunakan lahan pribadi warga.
Masyarakat Tebo Ilir menegaskan bahwa masih ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan oleh pihak perusahaan tanpa harus mengorbankan fasilitas umum milik warga.
“Atas dasar sejarah dan tujuan awal hibah itulah kami tetap menolak Jalan TMMD dijadikan jalur pipa. Jangan hanya karena ingin menghemat biaya, perusahaan memaksakan menggunakan jalan yang dibangun dari keringat dan pengorbanan masyarakat,” pungkas Ari.






