
Pasuruan, medianasional.id – Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait penangkapan seorang nenek yang bernama Romla bersama Choirudin yang sedang bertransaksi pil berlogo “Y” oleh satreskrim Polres Bangil di depan SPBU Raci beberapa hari yang lalu, membuat pihak keluarga tersangka dan warga Rt.01 Rw.04 Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, dimana kedua tersangka tinggal, geram, Jum’at (01/11/2019).
Ditemui dirumahnya, Kamis malam (31/10/19) Hasim yang merupakan suami dari Romla didampingi keluarga dan beberapa tetangga dekatnya pada wartawan online medianasional.id mengatakan bahwa pemberitaan tentang penangkapan istrinya dan tetangganya yang bernama Choirudin di berita online dan video online berdurasi 2.45 menit yang muncul sejak kejadian penangkapan istrinya dianggap tidak sama dengan kejadian yang sebenarnya.
“Istri saya ditangkap di rumah pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 pagi, itupun waktu tidur bersebelahan dengan saya. Waktu itu beberapa anggota bersama Choirudin menjemput istri saya di rumah. Bukan seperti berita yang sekarang viral kalau istri saya di tangkap waktu transaksi dengan Choirudin di depan SPBU Raci,” ujar Hasim dengan wajah menahan amarah.
Keterangan Hasim pun di amini oleh warga sekitar rumah Romla dan Choirudin yang menyaksikan penangkapan ke dua tersangka yang kebetulan rumahnya berdekatan.
“Saya sama keluarga sanggup jadi saksinya pak, kalau yuk Romla di tangkap dirumah,” ujar Kartika tetangga dekat Romla yang setiap malam tidak tidur karna pekerjaan sehari-harinya memanggang ikan untuk di jual di pasar esok harinya.
Ditemui sehabis dimintai keterangannya di Mapolres Bangil, Jumat (01/11/19) Hasim pada wartawan medianasional.id siang tadi mengatakan bahwa dia sempat bertanya ke pihak penyidik, kenapa pemberitaan yang viral mengatakan Romla/ istrinya bersama Choirudin ditangkap pada saat bertransaksi di depan SPBU Raci seperti yang tertulis di Surat Perintah Penangkapan dan Surat Perintah Penahanan. Hasim pun menirukan ucapan penyidik kepadanya yang mengatakan “Jangan percaya sama media, percaya saja sama Polisi.” Kemudian Hasim pun menjawab “Tidak ada yang tak percaya pak, aku percaya sama Yang Kuasa saja. Kalau percaya sama Polisi kenapa harus Sholat,” celetuk Hasim dengan nada jengkel.
Menanggapi permasalahan tersebut Kasubbag Humas Polres Pasuruan, AKP Drs. Hardi yang dikonfirmasi diruangannya mengatakan, “Penangkapan Choirudin dan Romlah di rumahnya memang sesuai fakta sedangkan yang ditangkap di depan SPBU adalah pelaku lain yang sekarang masih dalam tahap pengembangan. Untuk keterangan yang terlanjur ditulis di surat penangkapan dan surat penahanan, hanya salah penulisan saja,” ujar Kasubbag Humas menjawab klarifikasi.
Reporter : Tara
Editor : Sunarto






