Warga Mororejo Kaliwungu Keluhkan Debu dan Kebisingan Pabrik Kaca, Minta Tindakan Tegas Pemerintah

Jawa, Jawa Tengah, Kendal1824 Dilihat

KENDAL– medianasional.id- Keluhan warga terhadap aktivitas industri kembali mencuat di Kabupaten Kendal. Warga Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, mengadukan dampak operasional pabrik pengolahan kaca yang dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

Gangguan yang dirasakan meliputi kebisingan mesin produksi, lalu-lalang kendaraan di area parkir, hingga debu hasil pengolahan kaca yang kerap beterbangan dan masuk ke permukiman.

Salah satu warga, Sumanah, mengungkapkan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kalau siang sampai malam itu bising, belum lagi debunya. Kadang masuk rumah, nempel di perabotan,” ujarnya, Rabu (22/4/26).

Selain itu, warga juga menyoroti dugaan belum optimalnya sistem pengelolaan limbah oleh pihak pabrik. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan bertindak tegas, agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi awal terhadap kondisi di lapangan.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah mencocokkan dokumen lingkungan yang dimiliki perusahaan dengan kondisi aktual operasional.

“Dokumen lingkungan harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika tidak, harus segera disesuaikan,” tegas Aris.

DLH juga mendorong perusahaan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, baik dari sisi teknis seperti pengendalian debu dan limbah, maupun aspek sosial yang berkaitan dengan kenyamanan warga.

Sebagai bentuk pengawasan lanjutan, DLH Kendal akan kembali melakukan inspeksi dalam waktu tujuh hari ke depan untuk memastikan adanya perbaikan dari pihak perusahaan.

Di sisi lain, pemerintah turut mempertimbangkan aspek ekonomi dari keberadaan pabrik tersebut, mengingat sebagian tenaga kerja berasal dari warga setempat.

“Kami ingin ada keseimbangan. Industri tetap berjalan, namun lingkungan dan masyarakat juga terlindungi,” tambahnya.

Warga berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada imbauan, melainkan diikuti langkah konkret agar aktivitas industri lebih ramah lingkungan dan tidak lagi menimbulkan gangguan.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses