
Raja Ampat, medianasional.id– Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)14 kabupaten Raja Ampat,Djafar Kaplale melalui Wakil kepala sekolah (Wakasek),Wisnu I.Bintang mengatakan, guru harus menjadi motor penggerak pembangunan berkarakter dibidang pendidikan. Peserta didik oleh guru harus diajarkan budi pekerti dan sopan santun dalam keseharian.
“Penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah itu merupakan tanggungjawab guru untuk siswa, selain cerdas dalam pembelajaran juga tertanam budi pekerti yang baik,” ujar Wisnu sapaan akrab Wakasek saat ditemui medianasional.id dikantornya,Waisai,ibukota kabupaten Raja Ampat,Papua Barat,Kamis (20/5/2021) siang.
Dijelaskan,dengan penerapan pendidikan karakter, siswa bisa menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis.
“Jika karakter siswa kuat maka pengetahuan wawasan kebangsaan,rasa cinta tanah air untuk bela negara dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama akan tumbuh,” terang Wisnu.

“Untuk mencapai pendidikan karakter,guru harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik,dan guru harus kompak, disiplin dalam tugasnya agar menjadi contoh bagi siswa,” sambungnya.
Wisnu menyebut, bahwa tenaga pendidik di SMPN 14 berjumlah 32 ditambah dengan Tata Usaha (TU) 2 orang,dan seluruhnya bersatatus Aparatur Sipiil Negara (ASN).
“Kalau siswa jumlahnya 482 orang kendala kami tentang keamanan sekolah,karena SMPN 14 tidak seluruhnya terpagar dan sampai saat ini belum memiliki SATPAM sekolah,” ucap Wisnu.
“SMPN 14 Raja Ampat merupakan sekolah unggulan,harusnya ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti lab bahasa. Namun hingga saat ini belum ada di sekolah kami,” tandasnya.
Editor: Zainal La Adala.






