
Raja Ampat, medianasional.id- Eksistensi kaum muda Moi akan semakin kuat dalam ikut serta membangun negeri di tanah sendiri, yaitu tanah Papua. Serangkaian kebijakan dan rekomendasi yang akan dihasilkan melalui kongres kali ini, semoga tetap mengandung semangat persatuan, semangat membangun dan semangat persaudaraan sebagai sesama anak negeri yang mencintai tanah Papua.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam saat membuka kongres ke-1 (pertama) Generasi Muda Moi (GMM) se- Sorong Raya yang dilaksanakan, di Gedung Wanita, Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (10/11/2022) sore.
“Saya yakin dan percaya dengan filosofi masyarakat adat suku Moi, yang tertanam dalam tiap jiwa generasi muda serta dilandasi sikap intelektual maupun jaringan kerja dan jaringan komunikasi yang lebih luas dan solid,” ujar Orideko sapaan akrab Wabup saat membacakan sambutan tertulis Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.
Lanjutnya, maka pihaknya (Pemda Raja Ampat Red) optimis GMM akan mendominasi panggung penentu kebijakan, dan akan menjadi elemen penyatu dalam hal kebaikan di negeri kepala burung Cenderawasih (Papua).
“Saya berharap kepada kaum muda, yang didalamnya juga ada kaum perempuan kian menguatkan warna barisan kaum pucuk (istilah anak muda) pada berbagai kegiatan kekaryaan yang selaras dengan fungsi dan keberadaannya dengan gerbong massa yang begitu besar, maka eksistensinya tentu akan mempengaruhi sukses tidaknya pembangunan daerah di Sorong Raya,” tutur Wabup.
Menurutnya, perubahan dan paradigma baru berbagai kebijakan Pemerintah mulai dari pusat hingga daerah menuntut berbagai elemen dalam lapisan masyarakat untuk bertahan menghadapi perubahan.
“Hari ini kita saksikan dengan kongres pertama GMM menjadi aksi nyata yang terstruktur dan teroganisir, wujud kematangan pola fikir kaum muda untuk duduk bersama menentukan sikap dalam sebuah wadah,” terang Wabup.
“Tentunya diharapkan dengan gerak langkah yang seirama, teratur dan terukur hasil dari kongres ini akan mampu memberikan sumbangsih kepada Pemerintah khususnya di Kabupaten dan Kota se – Sorong Raya,” tambahnya.
Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati melalui Wakilnya Orideko Iriano Burdam berpesan, hal yang penting untuk tidak dilupakan adalah bagaimana pendekatan yang dilakukan generasi muda agar dapat memfilter, memilih tidak meniru semua trend yang berkembang, yang dapat merusak tatanan kehidupan adat, budaya turun temurun, merusak citra impian dan harapan untuk bagaimana melahirkan kesamaan pemahaman sebuah gerakan yang konsisten dengan cita-cita dan tujuan sesuai dengan Visi dan Misi bersama dapat diwujudkan.
“Saya akan mengutip pesan Pahlawan Nasional sang Proklamator, Ir. Soekarno, berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” pungkasnya.
Kegiatan dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Raja Ampat, Kabag SDM Polres Raja Ampat, AKP. Sutardi dan tamu undangan lainnya.
Untuk diketahai Kongres ke-1 (pertama) Generasi Muda Moi (GMM) selama 3 (tiga) hari mulai 10-12 November yang dihadiri ratusan peserta tergabung dari 4 daerah, diantaranya, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw dan Raja Ampat. (Red)






