Viral! Korban Keracunan MBG Diduga Dicemooh, BGN DIY Tegur Oknum SPPG Dlingo

DI.Yogyakarta499 Dilihat

Viral! Korban Keracunan MBG Diduga Dicemooh, BGN DIY Tegur Oknum SPPG Dlingo

 

BANTUL, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan prihatin dan menyesalkan dugaan aksi seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dlingo yang diduga mengejek korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Korban diketahui bernama Febiona Purba, seorang siswi SMK yang disebut masih mengalami dampak kesehatan setelah insiden keracunan MBG. Persoalan tersebut kembali menjadi sorotan setelah video yang diduga memperlihatkan oknum petugas SPPG mengolok-olok korban beredar di media sosial.

Oknum yang disebut dalam video tersebut berinisial GP. Ia diketahui bertugas di SPPG Munthuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, membenarkan bahwa GP merupakan personel yang bertugas di lingkungan SPPG Munthuk, Dlingo.

Wirandita mengatakan pihak yang bersangkutan bersama SPPG telah mendapatkan teguran keras setelah persoalan tersebut mencuat dan menjadi perhatian publik.

BGN DIY juga menyampaikan keprihatinan atas sikap tersebut. Menurutnya, seluruh personel yang terlibat dalam pelayanan program MBG harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan empati, terlebih ketika berhadapan dengan korban yang masih menjalani proses pemulihan.

“Yang bersangkutan bersama SPPG sudah mendapatkan teguran keras,” ujar Wirandita.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul turut menyayangkan dugaan tindakan tersebut. Sekda Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menegaskan bahwa tindakan mengolok-olok korban keracunan MBG tidak dapat dibenarkan.

Menurut Agus, sikap tersebut menunjukkan kurangnya empati terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG dapat menjaga sikap dan komunikasi, terutama ketika berhadapan dengan korban maupun keluarganya.

Pemkab Bantul juga berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan program MBG di wilayah Bantul tetap berjalan dengan mengedepankan profesionalitas, empati dan kepedulian terhadap masyarakat.

BGN mengingatkan seluruh jajaran, mulai koordinator wilayah, koordinator kecamatan, pengawas hingga personel lapangan, agar menjaga etika komunikasi, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Hal tersebut penting karena komentar maupun unggahan personel dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan reaksi luas di tengah masyarakat.

Selain persoalan etika pelayanan, BGN juga menekankan pentingnya pencegahan keracunan berulang serta peningkatan tata kelola keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan MBG bukan hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab kemanusiaan, keamanan pangan dan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.(red).

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses