Unjuk Rasa LAKI di Mapolres Jeneponto Berbuntut Desakan Copot Kasat Reskrim dan Evaluasi Sikap Aparat

Sulawesi Selatan1307 Dilihat
JENEPONTO, medianasional.id – Aksi unjuk rasa damai yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) di Mapolres Jeneponto pada Selasa (18/8/2026) siang memicu sorotan tajam publik. Massa mendesak Kapolres Jeneponto untuk mengevaluasi total profesionalisme kinerja jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
.
Ketegangan sempat mencuat saat pengamanan berlangsung. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Alif, menyayangkan sikap emosional yang diduga ditunjukkan oleh Katim Resmob Polres Jeneponto, Aiptu Rasad. Oknum personel tersebut dilaporkan sempat mengangkat baju dan melontarkan kalimat provokatif di hadapan massa.
.
“Kami datang murni untuk menyampaikan aspirasi secara damai, bukan untuk memicu perkelahian. Sangat disayangkan jika aparat penegak hukum justru merespons kritik dengan sikap emosional,” ujar Alif, Kamis (20/8/2026).
.
Selain menyoroti etika pengamanan di lapangan, LAKI menuntut pencopotan Jabatan Kasat Reskrim jika terbukti ada unsur ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara, khususnya terkait kasus dugaan penganiayaan yang dinilai berlarut-larut. Mereka meminta pihak kepolisian membuka perkembangan kasus secara transparan demi kepastian hukum.
.
Hingga berita ini diturunkan, tindakan dugaan arogansi oknum personel tersebut kini menjadi bola panas yang berpotensi masuk dalam ranah pemeriksaan internal Propam. Hal ini mengacu pada Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri guna memastikan apakah ada pelanggaran disiplin dalam pengamanan unjuk rasa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses