BOM Sulsel Tantang Kapolda Tindak Tegas Mafia BBM Subsidi 13 Ton, Kecewa Terduga Pelaku Masih Bebas

Sulawesi Selatan7509 Dilihat
MAKASSAR, medianasional.id – Barisan Oposisi Mahasiswa Sulawesi Selatan (BOM Sul-Sel) melayangkan tantangan keras kepada Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera menindak tegas terduga mafia bahan bakar minyak (BBM) ilegal berinisial AB. Kasus ini mencuat setelah Ditreskrimsus Polda Sulsel menggerebek sebuah gudang di samping jalan tol pada 26 April 2026 lalu dan menyita 13 ton solar bersubsidi.
Sekretaris Jenderal BOM Sulsel, Indra, menyatakan kekecewaannya terhadap aparat penegak hukum (APH), khususnya Ditreskrimsus Polda Sulsel. Ia menilai polisi terkesan melakukan pembiaran karena hingga saat ini AB yang diduga sebagai aktor utama dalam pusaran kasus tersebut masih menghirup udara bebas. Menurutnya, nama AB sudah tidak asing lagi dalam jaringan bisnis gelap BBM di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami sangat kecewa. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sebuah kejahatan yang sudah terkonsolidasi dengan baik dan melibatkan banyak pihak,” ujar Indra dalam keterangan tertulisnya.
Indra menambahkan, dugaan keterlibatan AB semakin kuat setelah penyidik yang menangani kasus ini membenarkan bahwa gudang penyimpanan belasan ton solar subsidi tersebut memang diduga kuat milik AB.
Secara hukum, praktik penimbunan, pengoplosan, atau penjualan kembali BBM bersubsidi secara ilegal demi keuntungan pribadi ini melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang telah diperkuat oleh UU Cipta Kerja. Pelaku terancam hukuman pidana penjara hingga 6 tahun serta denda maksimal Rp60 miliar karena dinilai merugikan negara dan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua BOM Sulsel, Arif Rimbawan, mendesak Dirkrimsus Polda Sulsel beserta jajarannya untuk tetap profesional, transparan, dan tidak gentar dalam mengusut tuntas kasus ini demi menjaga marwah institusi kepolisian.
“Dirkrimsus Polda Sulsel harus profesional dan transparan demi menjaga nama baik institusi Polri. Kami, mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Selatan, mendukung penuh Kapolda untuk tidak pandang bulu dalam mengungkap seluruh aktivitas ilegal di daerah ini,” tegas Arif.
Sebagai bentuk pengawalan terhadap proses hukum agar berjalan sesuai prosedur tanpa ada intervensi atau “permainan mata”, BOM Sulsel menyatakan siap turun ke jalan. Mereka berencana menggelar aksi damai Jilid II di depan Markas Polda Sulawesi Selatan dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses