Undip Dorong Desa Sepakung Menjadi Desa Wisata Alam

Semarang517 Dilihat
Pelepasan bibit ikan oleh Ketua Tim Pengabdian KKN UNDIP Suryanti, Sekpus P2KKN Fahmi Arifan, ST, MT, Kepala Desa Sepakung dan kepala dusun didampingi para mahasiswa KKN.

Semarang, medianasional.id – Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang adalah desa yang terletak di lereng Gunung Telomoyo. Desa ini memiliki banyak potensi sumberdaya alamnya. Berangkat dari potensi tersebut, Tim KKN (Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM TEMATIK UNDIP yang dibimbingan oleh Dr. Ir. Suryanti, M.Pi mengoptimalkan potensi yang ada menjadi sebuah daya tarik Wisata Agropolitan.

Sebagian besar wilayah Desa Sepakung adalah lahan pertanian padi dengan pasokan air yang melimpah, karnanya ibu Suryanti bersama para mahasiswa bimbingannya mengkombinasikan pertanian dengan budidaya ikan atau yang lebih dikenal dengan “Mina Padi”.

Dr. Ir. Suryanti menjelaskan, Pembuatan mina padi ini dimulai dari wawancara dengan petani terkait dengan sumber daya Dusun Bungkah yaitu adanya sumber mata air yang hanya dimanfaatkan sebagai sumber perairan sawah dan desa.

“Setelah berdiskusi bersama petani Dusun Bongkah, akhirnya tercetuslah ide pembuatan mina padi. Selain untuk meningkatkan hasil panen berupa padi dan ikan, sistem ini juga untuk bermanfaat dalam menambah nilai estetika desa sebagai desa pariwisata”, terang Suryanti yang merupakan dosen yang aktif bergerak dalam bidang lingkungan.

“Program ini bagus, kegiatan seperti ini yang dibutuhkan oleh petani”, ujar Bapak Nurwadi selaku Kepala Dusun Bongkah ketika pelaksanaan persiapan mina padi di sawah.

Selain menghadirkan Mina Padi sebagai estitika desa wisata, Suryanti bersama mahasiswa juga memoles potensi lainnya menjadi produk unggulan daerah. Tak lengkap rasanya jika ditempat wisata tidak terdapat oleh-oleh, karnanya dengan memberdayakan ibu-ibu sekitar menciptakan makanan khas “Kripik Daun Pegagan” yang mana bahan bakunya melimpah di desa Sepakung. Selian itu, produk Gula Aren juga turut dipoles menjadi “Grubi” yang harapanya dari kesemuanya itu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Tidak hanya melakukan pelatihan pembuatan produk grubi, kami juga memberikan pelatihan menentukan harga pokok produksi, strategi pemasaran produk, memberikan inovasi packaging produk grubi, menguji analisis gizi produk grubi, dan memberikan modul yang berisi resep setiap produk”, ujar Ilham selaku Koordinator Tim KKN Dusun Bungkah.

Produk-produk tersebut nantinya dijual di rumah warga yang ditunjuk dan juga dijual di media wiralaba online dengan naungan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Keberadaan hewan ternak juga turut dipoles dengan teknologi pertanian, yakni dengan menfaatkan limbah hewan ternak menjadi pupuk cair organik. Hewan ternak pun, diberikan pakan organik sebagai tambahan nutrisi hewan. Kesemua ini dapat dilaksanakan, karena dalam tim KKN terdiri dari mahasiswa berbagai disiplin ilmu sehingga hampir semua potensi desa dapat dipoles sebagai kesatuan daya tarik wisata.

“Dengan inisiasi dan inovasi yang dimiliki mahasaiswa undip, program ini berusaha mengoptimalkan kegiatan yang hampir sama sebelumnya dengan megalihkannya menjadi pupuk cair agar lebih efektif waktu, kerja, dan hasil sehingga masyarakat lebih tertarik dan terus menerus menggunakannya,” terang Sugeng, kepala Dusun Krajan selaku narasumber sekaligus ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

“Semoga apa yang sudah dilakukan masyarakat bersama TIM KKN UNDIP ini dapat tetap berlanjut terus sehingga Desa Sepakung dapat menjadi wisata alam unggulan kedepannya. Tentunya, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tutup Suryanti.

Kontributor : Hendra Wiguna

Editor : Dian

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses