KLATEN, medianasional.id – Upacara Pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (15/7/2026), sempat diwarnai insiden robohnya dua tenda tamu undangan akibat diterjang angin kencang. Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut dan rangkaian upacara tetap berlangsung hingga selesai.
Kegiatan pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Klaten, Kasdim 0723/Klaten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat wilayah Daerah Pemilihan Klaten III, anggota DPRD Kabupaten Klaten Joko Siswanto, kepala desa se-Kecamatan Tulung, TP PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Insiden terjadi sekitar pukul 08.58 WIB saat Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Klaten, Jaka Purwanto, membacakan sambutan tertulis Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Hembusan angin kencang menyebabkan dua tenda tamu undangan roboh. Beruntung seluruh tamu dapat menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
“Alhamdulillah, semuanya aman. Tidak ada yang tertimpa. Tadi ada angin,” ujar Jaka Purwanto usai memimpin upacara.
Kepala Desa Sedayu, Sri Kuatno, mengatakan panitia telah melakukan berbagai persiapan secara maksimal. Namun, kondisi cuaca yang berubah secara tiba-tiba menjadi faktor yang tidak dapat diprediksi.
“Ya, tadi ada sedikit insiden, tenda tamu undangan roboh karena angin. Padahal kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, tetapi ini karena faktor alam. Kita tidak bisa melawan alam. Dengan adanya tenda roboh ini menjadi cerita indah buat kami,” ungkapnya.
Terlepas dari insiden tersebut, pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 tetap menjadi awal pelaksanaan program pembangunan di Desa Sedayu. Perwira pelaksana kegiatan, Kapten Kav Pujiono, menjelaskan sasaran fisik TMMD meliputi betonisasi jalan sepanjang 770 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter, pembangunan talud sepanjang 300 meter dengan tinggi 1,3 meter, rehabilitasi tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan lima unit jamban.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan administrasi kependudukan, pencatatan sipil, serta wawasan kebangsaan kepada masyarakat. Program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Melalui program ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Klaten. (Red/wid).






