KENDAL – medianasional.id- Tarian sufi yang biasanya hanya dipentaskan di komunitas komunitas dan diacara keagamaan, kini bisa tampil di lebih banyak acara lainnya. Mengenalkan seni tari sufi sekaligus melakukan syiar Islam.
“Sukur Alhamdulillah. Banyak yang semakin mengenal Tari Sufi, dan juga ikut gabung anak-anak hingga remaja, laki-laki dan perempuan,” ujar Muhammad Ilyas atau yang akrab disapa Gus Ilyas Pengasuh Pondok Pesantren Pring Jagad, Sukodono Kendal, mengawali cerita tentang perkembangan Tari Sufi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (13/7/22).
Selama dua tahun terakhir, tarian yang diciptakan oleh Filsuf Persia, Jalaludin Rumi pada 13 abad yang lalu itu, semakin dikenal dan mulai bergeliat di Kabupaten Kendal.
“Setiap ada acara keagamaan Islam seperti pengajian dan lainnya, bahkan juga acara nasional kami biasa tampilkan Tari Sufi,” terang lelaki berambut gondrong itu sambil tersenyum.
Pria yang juga menjabat Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Kendal itu lantas mengisahkan, pada awalnya Pendakwah asal Kota Semarang, Kyai Budiharjono, beberapa tahun yang lalu bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Pring Jagad dan mengenalkan tari sufi.
Singkat cerita, kata Gus Ilyas, beliau lalu mengajarkan tari sufi di pondok pesantren Pring Jagad sekaligus memberikan mandat untuk mengembangkan tari sufi di Kendal.
“Hingga kemudian lahirlah komunitas tari sufi, dengan nama “Balada Cinta Sufi Kendal” pada Oktober 2020 lalu,” ujar Gus Ilyas.
Seiring berjalannya waktu, Balada Cinta Sufi Kendal kegiatannya semakin banyak dan anggotanya juga terus bertambah, hingga mencapai ratusan yang tersebar di Kabupaten Kendal.
Melihat hal itu, Gus Ilyas kemudian memberikan arahan agar komunitas tari sufi yakni, Balada Cinta Sufi Kendal agar dikelola dengan manajemen yang baik.
“Termasuk struktural kepengurusannya agar nantinya anak anak bisa lebih bertanggungjawab dan semakin mencintai Balada Cinta Sufi Kendal,” ungkap dia.
Selain itu, Kiai muda itu berpesan dan memberikan petuah, supaya para santri dan anak anak yang tergabung dalam Balada Cinta Sufi Kendal mempertebal keimanan pada Allah SWT, karena itu merupakan salah satu kunci untuk menjiwai tarian sufi itu sendiri.
“Perbanyak berdzikir dan saya berpesan juga jauhi narkoba. Karena dimasa usia mereka akan sangat rawan terpengaruh. Tetap semangat berlatih semoga Balada Cinta Sufi Kendal semakin besar kedepannya,” tandas Gus Ilyas.
Balada Cinta Sufi Kendal yang menjadikan Pondok Pesantren Pring Jagad sebagai rumah cinta bagi mereka, telah beraktivitas latihan rutin setiap Selasa malam Rabu. Selain menari sufi, mereka juga berlatih musik rebana dan maulid.
Sementara itu Koordinator Balada Cinta Sufi Kendal, Kang Nasikin Uwais menyampaikan, kehadiran Gus Ilyas menjadi spirit bagi anak anak yang tergabung dalam Balada Cinta Sufi Kendal untuk semakin giat berlatih.
Kang Uwais juga mengaku, Balada Cinta Sufi Kendal mempunyai beberapa agenda telah direncanakan kedepannya.
“Untuk latihan bersama, kita lakukan tiap Selasa malam Rabu di Pondok Pesantren Pring Jagad, setelah salat Isya,” ujar Kang Uwais.
Kang Uwais mengingatkan agar mereka giat belajar dan yang terpenting selalu mematuhi nasehat para gurunya.
“Kuncinya berlatih Tari Sufi itu didasari dengan keinginan yang kuat, dan kecintaan untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT,” pungkas dia.
Lamanya tarian tergantung dari musik atau iringan salawat. Diawali dengan melakukan salam penghormatan, kemudian secara perlahan penari berputar berlawanan arah jarum jam.
Tari religius ini merupakan bentuk meditasi yang dituangkan dalam bentuk tari-tarian. Karena dalam tarian ini diselipkan doa-doa, dzikir dan lantunan ayat-ayat suci menyebut kebesaran Allah SWT.






