
Batang, medianasional.id
Pemerintah Kabupaten Batang akan terus menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya banyak potensi pendapatan yang belum dimaksimalkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD).
Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki usai membuka pendampingan penerapan akuntansi berbasis akrual di Hotel Sendang Sari Senin, (24/10/2022) mengatakan, sudah kita perintahkan BPKPAD untuk menghitung potensi riil terkait PAD, baik pajak maupun retribusi. Dari potensi itu kita jadikan terget dan kita pacu dipenetapan dan perubahan APBD.
Target PAD itu, sebagai instrumen untuk membiayai belanja daerah selain dari dana transfer pemerintah pusat. Target kita di tahun ini harapannya mencapai Rp 305,9 miliar.
Lebih lanjut, Lani Dwi Rejeki menyampaikan bahwa target PAD Pemkab Batang naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 273, miliar dan tahun ini diharuskan ada kenaikan dari pendapatan daerah sebagai kinerja Pemkab Batang.
” Berdasarkan data dari BPKPAD dari target PAD sejumlah Rp 305,9 miliar sudah terkumpul sekitar Rp 217 miliar atau sudah mencapai 71 persen dari target,” jelasnya.
Masih banyak potensi yang dimiliki pemkab Batang untuk menaikan PAD seperti pajak restoran, obyek wisata, parkir, pajak PBB, dan lainnya.
Pada tahun 2023 menargetkan PAD Pemkab Batang dengan melangkah menyusun peraturan daerah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah untuk mengatur kenaikan tarif retribusi maupun pajak daerah






