Keterbatasan APBD Pemkab Batang, Pembayaran BPJS Kesehatan Masyarakat Miskin Dibayar Bertahap

Batang532 Dilihat


Batang, medianasional.id
Adanya pengurangan kuota dari Pemerintah pusat sekitar 40 ribuan. Hal itu menjadi konsekuensi Pemkab Batang untuk mengkover pembiayaan

Pengurangan kuota tersebut dikarenakan data anggota di Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya tidak valid. Meskipun sebelum dikirim, Pemkab Batang sudah melakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu.

Kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas membuat Pemerintah Kabupaten Batang membuat skema pembayaran bantuan iuran jaminan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki usai sidang paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (24/10/2022).

“Anggaran BPJS kesehatan itukan besar sekali, itu dihitung dari warga yang kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan secara gratis,” ungkap Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki.

Keterbatasan APBD membuat Pemkab Batang dalam menganggarkan BPJS Kesehatan dianggarkan secara bertahap.

” Akibat adanya pengurangan kuota 40 ribunan dari pemerintah pusat, Pemkab Batang harus membiayai BPJS kesehatan itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lani Dwi Rejeki menjelaskan, bahwa anggaran BPJS Kesehatan yang di bayar oleh Pemkab Batang untuk tahun lalu kisaran Rp 23 milliar. Dari target yang harus dibayar Rp 23 milliar baru dibayarkan sebesar Rp 17 milliar dan kekuarangannya baru dicukupi anggarannya di APBD perubahan.

Adapun untuk tahun 2023, Pemkab Batang masih menghitung dan angkanya belum maksimal. Direncanakan akan dianggarkan secara bertahap dianggaran APBD penetapan dan perubahan.

Ia berharap, dari pemerintah pusat ada tambahan kuota iuran jaminan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Batang agar mengurangi anggaran APBD.

Anggota DPRD Kabupaten Batang, Edi Siswanto meminta, data valid Universal Health Coverage (UHC) penerima BPJS kesehatan masyarakat tidak mampu sebelum tahapan penganggaran APBD.

BPJS Kesehatan secara gratis bagi masyarakat kurang mampu itu sangat penting sekali. Dan sering ditemui di lapangan ketidakmampuan warga membiayai kesehatan, ketika harus berobat ke rumah sakit.

Edi Siswanto juga menyatakan, tidak semua anggota DPRD memahami berapa hitungan UHC BPJS Kesehatan yang harus dibiayai oleh Pemkab Batang melalui APBD.

“Tidak semua anggota DPRD memahami berapa hitung – hitungan jumlah untuk UHC, berapa anggaran BPJS kesehatan tahun 2023. Untuk itu saya mohon perhatian secara serius oleh para pengambil kebijakan dalam penentuan anggarannya,” jelas Edi Siswanto.*

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses