
Magelang medianasional.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Universitas Tidar melaksanakan sosialisasi anti-bullying di MI Arrosyidin Sempu, Desa Ngadirojo, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai, serta mencegah terjadinya perundungan sejak usia dini.
Bullying atau perundungan merupakan perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Dampak bullying tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga dapat menimbulkan luka psikologis, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu proses belajar, hingga memengaruhi kesehatan mental anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai pencegahan bullying perlu diberikan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak memahami pentingnya menghormati dan menghargai sesama.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, mahasiswa KKN menampilkan drama singkat yang menggambarkan tindakan bullying beserta dampak yang dirasakan oleh korban. Melalui drama tersebut, siswa diajak memahami bahwa mengejek, mengucilkan, menghina, maupun menyakiti teman merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Penyampaian materi yang dipadukan dengan drama interaktif membuat suasana belajar menjadi lebih menarik sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh para siswa.
Setelah pematerian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bullying serta cara menyikapi apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Untuk meningkatkan semangat siswa, mahasiswa KKN mengajak seluruh peserta melakukan Tepuk Anti-Bullying yang berisi ajakan untuk saling menghargai, menghormati, dan berteman tanpa melakukan perundungan. Suasana semakin meriah dengan adanya permainan edukatif yang dirancang untuk menanamkan nilai empati, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama teman.
Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah sesi “Curhat di Kertas Origami”. Dalam kegiatan ini, setiap siswa diberikan selembar kertas origami untuk menuliskan pengalaman, perasaan, maupun hal-hal yang selama ini dipendam terkait tindakan bullying atau permasalahan yang mereka alami. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap para siswa tidak lagi memendam luka akibat bullying dan memahami bahwa mereka selalu memiliki tempat untuk bercerita kepada orang tua, guru, maupun orang-orang yang mereka percaya.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa melakukan Butterfly Hug, yaitu teknik pelukan diri sederhana dengan menyilangkan kedua tangan di dada kemudian menepuk bahu secara bergantian. Teknik ini bertujuan membantu anak mengenali emosinya, memberikan rasa tenang, serta meningkatkan rasa aman ketika menghadapi perasaan sedih, takut, atau cemas. Selain itu, Butterfly Hug menjadi simbol bahwa setiap anak berharga, berhak merasa aman, dan pantas mendapatkan kasih sayang serta penghargaan dari lingkungan sekitarnya.
Program sosialisasi ini berada di bawah tanggung jawab Muhamad Alfi Nur Fauzi, dengan Salsabila Nur Kinasih dan Raditya Aji Seno sebagai pelaksana kegiatan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Tidar berupaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, tetapi juga membangun keberanian siswa untuk saling peduli, menghargai, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Tidar berharap para siswa semakin memahami pentingnya menghormati perbedaan, saling menghargai, serta berani menolak segala bentuk perundungan. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak, penuh empati, dan bebas dari bullying di MI Arrosyidin Sempu.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala MI Arrosyidin Sempu, Bu Nuzul. Menurutnya, sosialisasi anti-bullying memberikan manfaat yang besar bagi para siswa dalam memahami pentingnya menghargai sesama. “Semoga dengan adanya sosialisasi anti-bullying tidak ada lagi siswa yang dibully maupun membully. Semoga kegiatan ini juga menjadi ladang pahala bagi anak-anak KKN serta menambah pemahaman bagi para siswa,” ujar Bu Nuzul.”( Suci W )





