Respons Dampak Kekeringan, PMI DIY Luncurkan ‘Siaga Tirto Aji’, Salurkan 149 Ribu Liter Air Bersih

DI.Yogyakarta1497 Dilihat

YOGYAKARTA,medianasional.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan program “Siaga Tirto Aji” sebagai bagian dari Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026. Program ini disiapkan untuk merespons dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah DIY melalui distribusi air bersih, edukasi penggunaan air secara bijak, serta promosi kesehatan.

Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo, S.Psi., mengatakan PMI DIY bersama PMI kabupaten/kota se-DIY menyiagakan enam armada truk tangki air guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan.

“Melalui PMI Kabupaten Bantul, sejak 29 Mei hingga 31 Juli 2026 kami telah mendistribusikan sebanyak 149.000 liter air bersih kepada 4.051 jiwa penerima manfaat. Distribusi dilakukan menggunakan dua armada truk tangki yang menjangkau empat kapanewon, yakni Kasihan, Dlingo, Pajangan di Kabupaten Bantul, serta Panggang di Kabupaten Gunungkidul,” ujar Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke enam kalurahan, yakni Bangunjiwo, Temuwuh, Jatimulyo, Terong, Guwosari di Kabupaten Bantul, serta Girikarto di Kabupaten Gunungkidul.

PMI DIY menjadi salah satu dari sepuluh provinsi prioritas dalam Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026 yang digagas PMI Pusat melalui dukungan Disaster Response Emergency Fund (DREF) dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). Selain DIY, program ini juga dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Di DIY, program difokuskan pada wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul yang dinilai paling rentan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

Menurut Gusti Prabu, PMI berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat.

“PMI DIY berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan,” katanya.

Donasi kemanusiaan dibuka mulai Agustus hingga November 2026 dan akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk mendukung operasi penanganan kekeringan.

Selain distribusi air bersih, PMI juga mengajak masyarakat menerapkan perilaku hemat air dan menjaga kesehatan selama musim kemarau. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijaksana, menyimpan air di wadah tertutup dan bersih, memanfaatkan air bekas untuk menyiram tanaman, serta menjaga kebersihan sumber air dari sampah maupun limbah.

PMI juga mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi air minum yang telah dimasak hingga mendidih, serta menjaga lingkungan agar terhindar dari penyakit yang berpotensi muncul saat musim kemarau.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, PMI menyediakan layanan pengaduan melalui Posko PMI DIY maupun PMI Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Mengakhiri keterangannya, Gusti Prabu mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk bersama-sama memperkuat semangat kemanusiaan melalui penyebarluasan informasi dan dukungan terhadap berbagai aksi sosial PMI.

“Saya mendorong PMI untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat sinergi dengan pemerintah, mitra, dan masyarakat dalam menjalankan tugas kemanusiaan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,” pungkasnya.(red/wid)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses