KENDAL —medianasional.id- Bagi Anda yang takut gagal ujian praktik SIM, kini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal memiliki program inovasi coaching clinic yang mendapat respons positif dari masyarakat. Program coaching clinic atau latihan keterampilan mengendarai sepeda motor dan mobil ini, diharapkan dapat mempermudah para pemohon dalam memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum mengikuti ujian praktik resmi.
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, menjelaskan kegiatan coaching clinic dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 15.00 WIB. Program ini terbuka bagi masyarakat yang hendak mengajukan permohonan pembuatan SIM. “Kami memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk hadir dan mengikuti coaching clinic,” katanya di Polres Kendal, Kamis (20/11/25).
Satlantas Polres Kendal menyiapkan kendaraan dan instruktur berpengalaman untuk mendampingi peserta selama latihan. Seluruh layanan diberikan secara gratis. “Tidak dipungut biaya, cukup datang langsung ke Satpas Satlantas Polres Kendal,” tambah Panji.
Untuk memberikan kenyamanan bagi peserta, petugas juga disiagakan untuk memberikan bimbingan teknis selama latihan berlangsung. Kehadiran instruktur diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pemohon sebelum menghadapi ujian praktik.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Panji menyebut setiap hari terdapat lima hingga enam peserta yang mengikuti latihan, dan jumlah tersebut diperkirakan bertambah seiring semakin dikenalnya program ini di kalangan warga.
Tidak hanya pemohon baru SIM A maupun SIM C, peserta yang sempat gagal ujian praktik juga diarahkan mengikuti coaching clinic di sore harinya. “Kami utamakan motor dulu karena peminatnya lebih banyak. Silakan, siapa pun boleh datang dan mengikuti pelatihan ini,” tegas Panji.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, IPDA Veri Okta Dwi Saputra, yang juga bertugas sebagai instruktur, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan sesi latihan agar lebih siap menghadapi ujian praktik SIM. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara berkendara yang benar, etika berlalu lintas, hingga pengendalian emosi di jalan.
Selain penjelasan teknis, peserta juga diberi contoh langsung mengenai cara melaksanakan ujian praktik sesuai ketentuan. Kesalahan peserta langsung dikoreksi instruktur sehingga mereka lebih percaya diri menghadapi ujian praktik yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian pemohon.
“Persyaratan utama bagi pemohon adalah cukup umur, minimal 17 tahun, serta sehat jasmani,” jelas Veri.
Sejumlah peserta mengaku terbantu dengan adanya program ini karena dapat mencoba lintasan ujian secara berulang. Mereka bisa memahami teknik dasar seperti keseimbangan, pengaturan kecepatan, hingga melewati rintangan zig-zag dan papan keseimbangan.
Ayuk (25), peserta asal Kendal Kota, mengaku lebih siap setelah mengikuti latihan. “Saya jadi lebih paham jalurnya dan tahu di bagian mana biasanya kurang stabil. Latihan begini bikin saya lebih siap,” ujarnya.(*)






