Tebo, medianasional.id – Seorang warga Suka Anak Dalam Kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, yang diketahui bernama Deraw diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum security dan mandor PT Sawit Setya Karya Usaha (SKU), pada Rabu, 17 Juli 2024.
Akibat penganiayaan tersebut, kondisi Deraw sempat kritis. Pihak keluarga pun langsung melarikan Deraw ke RSUD Tebo untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tiba di RSUD Tebo, Deraw pun langsung mendapatkan perawatan medis dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit tersebut.
Kepada media nasional.id, Deraw menjelaskan bahwa, saat itu dia bersama Purba, dan beberapa warga Suku Anak Dalam lainnya tengah mengumpulkan berondolan buah sawit yang berserak di pinggir jalan.
Saat itu pula ada salah satu security yang menghampiri mereka, dan mengajaknya ke kantor.
“Ayo kita ke kantor. Kamu dak kami apa-apakan. Cuma ke kantor saja,” kata Deraw menjelaskan perkataan security yang mengajaknya ke kantor.
Karena berpikir positif, Deraw bersama Purba pun mengikuti ajakan security tersebut. Namun saat tiba di pos jaga, security itu langsung memanggil security dan pekerja lainnya.
Saat itu pula dia dipukuli secara bergantian. “Mereka banyak. Sekitar 30 orang. Mereka disuruh satu persatu memukuli saya dan Purba,” ungkap Deraw.
Tidak hanya dipukuli, kata Deraw, salah seorang security juga mengantukkan kepalanya ke besi pos penjaga hingga berdarah.
“Waktu itu ada juga yang ingin membakar saya, dan ada juga yang mau membuang saya ke sungai. Tapi ada yang melarang dan menyarankan agar disiksa separoh mati,” ungkap Deraw lagi.
Setelah disiksa, lanjut Deraw menjelaskan, dia dan Purba dimandikan pakai air galon hingga bersih. Kemudian disuruh pulang dengan ancaman tidak boleh memberitahukan kepada siapapun.
Saat ini, ungkap Deraw, dia merasakan pusing dan sakit pada tulang bagian belakang. “Sekarang kepala sakit. Pinggang juga sakit,” katanya.






