
Kota Pekalongan, medianasional.id Laksanakan Program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus menggencarkan program “Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS). Stop BABS sendiri merupakan salah satu pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dengan adanya program STBM di harapkan setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang berupaya mempersiapkan Kota Pekalongan menuju Kota yang Bebas BABS atau Open Defecation Free (ODF) dengan menggandeng beberapa sektor OPD terkait dan mengajak masyarakat untuk stop membuang tinja sembarangan. Artinya bahwa berawal dari diri kita sendiri program ini akan menjadi sukses dan mengena demi terwujudnya kesehatan lingkungan kita bersama-sama.
Lanjut Budi, Kesiapan warga secara individu bagus artinya mereka siap dukung program pemerintah Kota. Yang namanya ODF itu tidak hanya dalam bentuk fisik berupa punya jamban sehat, yang terpenting perilaku masyarakat untuk tidak BABS. Perilaku BAB Sembarangan menjadi sebab lingkungan tercemar sehingga dapat menimbulkan gejala adanya penyakit. Perlu diketahui bahwa Bakteri Escherichia Coli atau E-coli salah satunya disebarkan melalui perilaku BABS. Jika masuk dalam tubuh dapat menghambat pertumbuhan sel dalam tubuh dan menyebabkan gangguan sakit.
Sebelum dilakukan ODF maka terlebih dahulu dilakukan proses verifikasi terlebih dahulu ke tiap-tiap kelurahan dan memastikan disetiap kelurahan yang ada di Kota Pekalongan telah stop buang air besar sembarangan apa belum sehingga dari Dinas Kesehatan bisa mengantisipasi sejak sedini mungkin.
“Dinkes masih berupaya untuk sosialisasi lewat RT/RW di kelurahan masing-masing supaya masyarakat ini bisa berperilaku BABS dengan baik. Kita masih punya waktu sampai bulan Oktober untuk verifikasi,” Jelas Budi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Tri Nurtiyasih, mengatakan bahwa jamban sehat merupakan salah satu sarana masyarakat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, jumlah KK yang telah memiliki akses sanitasi atau jamban untuk buang air hingga besar hingga tahun 2018 sebesar 97,82%. Saat ditemui di ruang kerjanya Rabu, 6/3/2019.
“Indikator pencapaian kesehatan lingkungan antara lain akses penduduk mempunyai air bersih sudah 100%, untuk pemakaiannya masih komunal, kemudian untuk akses jamban sehat belum 100% jadi masih 97,82% hingga tahun 2018,” jelas Tyas.
Tyas menambahkan Kota Pekalongan sedang menargetkan 14 kelurahan ODF di tahun 2019 agar Kota Pekalongan menuju Kota Bebas BABS target 100% bisa tercapai.
Lanjut Tyas, bahwa “ODF tahun 2019 targetnya Kota Pekalongan semua kelurahan harus sudah bebas ODF. Tinggal 14 kelurahan yang harus dikejar untuk ODF dan ini masih berjalan yang kemudian akan diverifikasi. 14 kelurahan itu yakni Kelurahan Tirto, Pringrejo, Pasir Kraton Kramat, Kali Baros, Setono, Gamer, Panjang Baru, Panjang Wetan, Padukuhan Kraton, Bandengan, Krapyak, Degayu, Jenggot, dan Soko Duwet,” jelasnya.
Ia pun mengungkapkan bahwa Kendalanya masih ada warga yang tidak memiliki tempat untuk membuat jamban, ada beberapa kelurahan sudah mengusulkan menggunakan anggaran dana kelurahan lewat musrenbang. Ada yang memang belum punya, pemerintah akan mengadakan secara komunal. Yang susah memang dari perilaku masyarakat sendiri untuk sadar pentingnya tidak BABS.
Reporter : Anton Sutarko



