Walaupun Hujan Petir Sosialisasi Peran dan Fungsi OJK Melalui Media Wayang Kulit Tetap Berlangsung

Batang389 Dilihat

Batang, medianasional.id
Siang itu suasana langit di atas bumi Kebumen Kecamatan Tulis Kabupaten Batang terlihat cerah seperti tahu kalau mau ada kegiatan sosialisasi OJK Otoritas Jasa Keuangan terhadap masyarakat sekitar seperti masyrakat desa Kaliboyo, Desa Kebumen, Desa Joloseti para pedagang pun berdatangan dan mengambil posisi masing – masing dan sudah menjadi perbincangan di sana sini oleh warga masyarkat sekitar. Sabtu, 26/1/2019 malam.

Kegiatan Sosialisasi itu di hadiri oleh Prof. DR. Hendrawan Supratikno DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil X Jawa Tengah dua periode dan pada pemilu legislatif tahun ini juga di calonkan kembali oleh PDI Perjuangan dengan nomor urut 1 kembali di Dapil semula yaitu daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. H. Kundarto, DPRD Kabupaten Pekalongan, Heriyono staf dan tokoh masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan ini Prof.DR. Hendrawan Supratikno memberikan apresiasi dan mendukung sekali program inovatif yang dikenalkan oleh pihak otoritas jasa keuangan (OJK) Tegal, bertujuan untuk memfasilitasi para pedagang kecil, para wiyogo crew dalang yang akan meminjam uang di perusahaan jasa keuangan agar bisa terhindar dari pembengkakan beban bunga sehingga pelaku UMKM dapat meminjam uang dengan bunga kecil.

Rudi panggilan akrab OJK Tegal menyampaikan
Bahwa OJK (otoritas jasa keuangan) memiliki 3 peran yaitu, mengawasi, mengatur, melindungi.

Menurut Rudi saat berdialog dengan Ki Dalang Mangun menuturkan bahwa OJK melaksanakan pengawasan kepada industri jasa keuangan dan OJK memiliki kewenangan untuk mengatur industri jasa keuangan dan selanjutnya memberikan perlindungan terhadap masyarakat selaku konsumen dengan perusahaan pembiayaan jasa keuangan agar tidak mengalami kerugian disalah satu pihak, baik konsumen maupun pihak perusahaan jasa keuangan yang memberikan pinjaman, Jelas Rudi.

Rudi membeberkan sekilas tentang langkah – langkah yang sudah dilaksanakan OJK kepada Ki dalang misalnya melaksanakan program asuransi kepada nelayan, pertanian, dan monggo kalau Pak Dalang mau mengasuransikan seluruh sinden, wiyogo dalang, Ucap Rudi sambil tersenyum.

” Ki Dalang Mangun mengatakan bahwa para agen asuransi itu kalau promosi yang enak – anak saja padahal kita belum paham tentang asuransi, di crew kami juga kebetulan ada yang menjadi agen asuransi,” di sambut tepuk riyuh oleh crew wayang.

Lebih lanjut Rudi mengatakan bahwa Asuransi belum memasyarakat padahal manfaatnya banyak, misal daerah – daerah yang rawan bencana menjadi penting karena asuransi bersama menjadi penting. Asuransi bersama konteknya adalah untuk mencegah kerugian yang besar dengan biaya yang ringan.

” Ki Dalang Mangun bertanya maraknya di medsos perihal pinjaman – pinjaman non perbankan itu seperti apa,” tanya ki dalang kepada Rudi.

Lebih lanjut Rudi mengatakan, Produk KUR sangat menarik dan diminati oleh masyarakat UMKM mengingat karena bunganya rendah, prosesnya cepat, dan persyaratannya mudah hanya bermodalkan foto copi KTP, kemudian masalah pembayaran dapat dibantu, misalkan kita minta penagihan tiap hari, mingguan. Mudah dan sangat diminati oleh masyarakat usaha kecil pada umumnya, sementara ini informasi yang kami terima dari pengembanganan dilapangan bahwa adanya program KUR semakin mengurangi banyaknya rentenir yang sering berada di wilayah pasar. Ini merupakan bukti nyata program KUR bermanfaat bagi masyarakat pelaku UMKM, karena dengan bunga yang rendah, maka modal pinjaman usaha akan dapat di kelola,” Jelas Rudi.

“Beliau bertanya tapi tidak menghujat dan tidak memanfaatkan panggung politik nya, politikus yang flamboyan yang tidak menggunakan Aji mumpung sopo ngiro sopo ingsun,”ungkap Ki Mangun mengapresiasikan pribadi Prof Hendrawan Supratikno

Prof Hendrawan mengatakan, Saya menjadi anggota DPR RI Dapil X Jawa Tengah dua periode mudah – mudahan terpilih yang ketiga kalinya dengan jumlah wilayah binaan meliputi 52 Kecamatan 780 desa yang ada di 3 Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, Ucap Profesor kepada Ki Dalang Mangun.

Lanjut Profesor, bahwa ” Wayang itu salah satu bentuk ke Bhinekaan yang dimainkan oleh Pak Dalang, semoga rakyat semakin pinter membaca demokrasi agar menjadi masyarakat yang sejahtera Toto Tentrem Kerto Raharjo dan rakyat bisa membedakan mana berita bohong, mana ujaran kebencian, agar tetap terjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di akhir dialaog nya menegaskan kepada hadirin untuk tidak pernah putus asa, jangan pernah merasa lelah untuk berjuang kita tetap bekerja sesuai dengan profesi masing – masing,” Tegas Profesor.

” Banyak cara untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang OJK Otoritas Jasa Keuangan di antaranya melalui seminar, rapat ruang tertutup karena OJK masih relatif baru dan memang OJK karena baru berusia 6 tahun makanya kita melakukan sosialisasi ini agresif mengingat yang masih baru usianya,” Ucapnya.

” Dengan menggunakan kesenian – kesenian rakyat mendekatkan kepada kultur budaya lokal kita harapkan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat, Kegiatan sosialisasi tentang peran dan fungsi OJK ini akan kita lakukan di 6 titik di antaranya Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan di Kabupatan Batang rencana kedepan kita mau laksanakan di wilayah kecamatan Bandar,” Jelas Prof. DR. Hendrawan Supratikno.

Reporter : Puji_Leksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses