Soroti Perilaku Arogan Oknum Legislator Ketapang, Publik: Anggota Dewan Harusnya Melayani, Bukan Alergi Media

Ketapang14920 Dilihat
KETAPANG, medianasional.id – Kinerja dan etika oknum anggota DPRD Kabupaten Ketapang periode 2024-2029, Agung Yakin, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Politisi dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut dinilai menunjukkan sikap arogan dan “anti-kritik” yang dianggap mencederai marwah lembaga legislatif sebagai representasi rakyat.
.
Kekecewaan masyarakat mencuat menyusul laporan mengenai perilaku tidak etis yang kerap dipertontonkan Agung saat berhadapan dengan awak media maupun pengawasan publik. Alih-alih mengedepankan dialog profesional, ia terkesan enggan menemui awak media.
.
“Sikap yang ditunjukkan (Agung Yakin) sangat kontradiktif dengan fungsi dewan. Seorang legislator seharusnya terbuka terhadap pengawasan, namun yang bersangkutan justru terkesan alergi dan bersikap konfrontatif terhadap jurnalis,” ujar salah satu sumber yang mengamati dinamika di DPRD Ketapang.
.
Lebih lanjut, hambatan terhadap kebebasan pers juga dirasakan saat awak media mencoba melakukan konfirmasi terkait isu-isu krusial. Alih-alih memberikan keterangan yang transparan, Agung justru memberikan jawaban yang dinilai mengulur waktu. Salah satu insiden menunjukkan ia enggan ditemui dan hanya menjanjikan pertemuan setelah hari raya Idulfitri tanpa alasan yang jelas.
.
Pola komunikasi yang tertutup ini memicu kekhawatiran mengenai efektivitas fungsi kontrol sosial di Kabupaten Ketapang. Masyarakat berharap agar partai politik yang menaunginya serta Badan Kehormatan (BK) DPRD dapat memberikan teguran keras, mengingat perilaku anggota dewan yang lebih sibuk dengan arogansi pribadi daripada menjalankan amanat rakyat akan berdampak buruk pada citra instansi.
.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu klarifikasi resmi terkait alasan penundaan konfirmasi yang dilakukan oleh legislator tersebut di tengah tuntutan transparansi yang kian mendesak.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses