INDRAMAYU, medianasional.id – Persoalan kemacetan kronis di perlintasan kereta api Jatibarang, Kabupaten Indramayu, diprediksi akan segera berakhir.
Pemerintah Kabupaten Indramayu memastikan bahwa proyek pembangunan underpass atau terowongan di titik strategis tersebut akan segera direalisasikan, dengan target awal pengerjaan pada pertengahan Mei 2026 mendatang.
Pembangunan infrastruktur ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi penyempitan jalur (bottleneck) di terowongan lama.
Kondisi terowongan yang ada saat ini dianggap sudah tidak memadai karena dimensinya yang sempit, sehingga tidak mampu menampung volume kendaraan roda dua maupun roda empat secara optimal. Selain mengurai kemacetan, underpassbaru ini bertujuan untuk mengeliminasi risiko kecelakaan, terutama insiden kendaraan besar yang kerap tersangkut akibat tinggi terowongan yang terbatas.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, Ali Fikri, mengungkapkan bahwa saat ini progres proyek tersebut telah memasuki fase krusial.
“Jika tidak ada aral melintang, pertengahan Mei 2026 mulai dikerjakan. Saat ini kami sedang fokus menuntaskan tahap pengadministrasian berkas-berkas yang diperlukan,” ujar Ali Fikri saat ditemui usai pembukaan pelatihan RAM Check oleh Ditlantas Polda Jabar, Rabu (22/4/2026).
Sinergi Pemerintah dan Skema Pembebasan Lahan
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ali menjelaskan bahwa Bupati Indramayu, Lucky Hakim, telah menyatakan kesanggupan penuh dalam mengawal proses pembebasan lahan serta penyiapan rekayasa lalu lintas selama masa konstruksi.
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Ali menjelaskan bahwa Bupati Indramayu, Lucky Hakim, telah menyatakan kesanggupan penuh dalam mengawal proses pembebasan lahan serta penyiapan rekayasa lalu lintas selama masa konstruksi.
Tahapan berikutnya adalah peresmian komitmen melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Indramayu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Kementerian Perhubungan RI.
“Kami di Dinas Perhubungan memiliki Tupoksi untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga. Rekayasa lalu lintas akan disiapkan secara matang agar pembangunan tidak melumpuhkan arus kendaraan di kawasan Jatibarang,” tambah Ali.
Terkait pembebasan lahan, data menunjukkan terdapat 20 bangunan warga yang terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, tujuh bangunan berdiri di atas tanah hak milik pribadi, sementara 13 lainnya menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Tim gabungan bersama unsur pertanahan dijadwalkan segera melakukan pengukuran faktual di lapangan sebagai dasar penentuan nilai ganti rugi yang adil bagi warga.
Transformasi Fisik dan Dampak Ekonomi
Proyek ini akan membawa perubahan signifikan pada tata ruang transportasi di Jatibarang. Rencana teknis mencakup pelebaran jalan sejauh 15 meter ke sisi kanan dan kiri, serta pengembangan jalur sepanjang 50 meter ke arah utara dan selatan. Paling krusial, jalur yang semula hanya terdiri dari satu lajur akan ditambah menjadi dua lajur guna memaksimalkan kapasitas jalan.
Proyek ini akan membawa perubahan signifikan pada tata ruang transportasi di Jatibarang. Rencana teknis mencakup pelebaran jalan sejauh 15 meter ke sisi kanan dan kiri, serta pengembangan jalur sepanjang 50 meter ke arah utara dan selatan. Paling krusial, jalur yang semula hanya terdiri dari satu lajur akan ditambah menjadi dua lajur guna memaksimalkan kapasitas jalan.
Rencana ini disambut positif oleh pelaku usaha lokal. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Daerah Jatibarang, Hedi Lubis, menyatakan bahwa percepatan pembangunan underpass adalah kabar baik bagi denyut ekonomi daerah.
“Akses transportasi yang lancar adalah kunci bagi kami para pedagang. Jika mobilitas kendaraan tidak lagi terhambat macet, distribusi barang akan lebih cepat dan efisien. Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati Lucky Hakim dalam memastikan proyek ini berjalan,” pungkas Hedi.
Diharapkan, kehadiran underpass Jatibarang ini tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Indramayu bagian tengah.






