Jakarta – Medianasional id
Bentrokan fisik yang terjadi antara pengemudi Ojek online dengan beberapa oknum matel yang Diduga merupakan anggota Persaudaraan Indonesia Timur (PETIR) yang terjadi pada hari Selasa tanggal 6 Juli 2021 yang berlokasi di jalan. Mangga Besar Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat disesalkan oleh Sekjen Perkumpulan ASOOI ( Armada Seluruh Ojek Online Indonesia )..
R.A. Krisna Wiharnanto selaku Sekjen ASOOI menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut terjadi di saat kondisi negara sedang fokus menangani pandemi covid 19, dan melebar menjadi tindakan anarkis yang tidak bertanggung jawab.
Bentrokan yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dan luka-luka yang dialami kedua belah pihak seharusnya dapat dihindari jika masing-masing pihak saling menahan diri dan saling memahami situasi dan kondisi masing-masing, disaat pandemi seperti ini rekan-rekan ojek online sedang mengalami penurunan pendapatan dan mungkin kemampuan untuk membayar angsuran kendaraan yang digunakan untuk mencari nafkah menjadi agak sedikit mengalami penundaan pembayaran.
Seyogyanya pihak leasing bisa memberikan pemahaman kepada petugasnya dilapangan untuk menjalankan tugas dengan persuasif dan humanis supaya bentrokan seperti yang terjadi di mangga besar tidak terulang kembali.
“Kami berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik supaya dikemudian hari tidak ada dendam dari kedua belah pihak sehingga masing-masing pihak dapat menjalankan kegiatan nya untuk mencari nafkah tanpa ada tekanan dan rasa khawatir”, pungkasnya.
Selain itu Sekjen ASOOI juga menghimbau agar rekan-rekan ojek online di lapangan bisa menahan diri dan tidak terprovokasi oleh siapapun yang mencoba memperkeruh situasi, dan meminta kepada pihak PETIR agar memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan aksi lanjutan sampai terjadi penyelesaian yang baik.
(Sofyan Ari/Subandi)






