Pontianak, medianasoional.id – Di balik sorotan publik tentang dugaan penggelapan aset kendaraan dinas, ada kisah panjang perjalanan mobil-mobil milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Mobil Toyota Land Cruiser eks Gubernur, misalnya, kini beroperasi di Jakarta sebagai kendaraan resmi Gubernur di Kantor Badan Penghubung Pemprov Kalbar. Plat nomor pun sudah berganti menjadi “B”, menandai perpindahan fungsi dari Pontianak ke ibu kota.
Sementara itu, sebuah Land Rover tua masih bertahan di bengkel dengan kondisi mesin jebol. Kendaraan ini tetap tercatat sebagai aset resmi Biro Umum Pemprov Kalbar, seolah menjadi saksi bisu betapa panjang usia pakai kendaraan dinas di lingkup pemerintahan.
Tak kalah menarik adalah kisah sebuah ambulans Toyota Land Cruiser 4.500 cc keluaran 2005. Kendaraan berkapasitas besar ini bukan sekadar mobil dinas biasa, melainkan hibah langsung dari Wakil Presiden RI kala itu. Dua dekade berlalu, ambulans tersebut masih setia berada di Kantor Gubernur, kini difungsikan untuk mendukung layanan klinik internal.
Di tengah isu miring yang menuding adanya penggelapan aset, Sekda Kalbar dr. Harisson menegaskan bahwa semua kendaraan tersebut masih tercatat resmi dalam administrasi Pemprov. Narasi ini bukan hanya soal mobil, melainkan tentang perjalanan aset negara yang terus berpindah fungsi, beradaptasi dengan kebutuhan, dan menyimpan jejak sejarah birokrasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, dr. Harisson, M.Kes, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa sejumlah kendaraan dinas milik Pemprov Kalbar masih tercatat resmi sebagai aset daerah. Mobil Toyota Land Cruiser eks Gubernur kini telah dipindahkan ke Jakarta dan digunakan sebagai kendaraan operasional Gubernur di Kantor Badan Penghubung Pemprov Kalbar, dengan plat nomor B atas nama instansi tersebut.
Sementara itu, satu unit Land Rover dalam kondisi rusak berat dan masih tercatat di Biro Umum Pemprov Kalbar. Adapun mobil ambulans Toyota Land Cruiser 4.500 cc hibah Wakil Presiden RI tahun 2005, saat ini difungsikan untuk klinik di Kantor Gubernur.
Harisson membantah tudingan adanya penggelapan aset, menegaskan bahwa seluruh kendaraan masih tercatat resmi dalam administrasi Pemprov Kalbar.






