Subang, Medianasional.id – Gegara ongkos naik haji pada tahun ini (2023) mengalami kenaikan, di Subang banyak calon haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci, karena tak mampu melunasi pembayaran naik haji.
Hal ini dikatakan Kepala Seksi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Subang, H Rojak.
“43 orang calon jamaah haji gagal berangkat, dikarenakan hingga batas waktu pelunasan, ke 43 orang calon jamaah haji tersebut tak mampu melunasinya. Sekalipun masa pelunasan sudah diperpanjang sebanyak 2 kali, mereka tetap tak bisa melunasi biaya hajinya,” ujar H Rojak, Rabu (24/05/2023).
Dia menjelaskan, 43 calon jamaah haji tersebut tak mampu melunasi pembayaran biaya haji yang naik jadi Rp.90.050.637.
“Akibat naiknya biaya haji, ke 43 calon Jamaah haji tersebut tak mampu melunasinya. Selain itu, ke 43 calon jemaah haji tersebut saat ini sedang mengalami kesulitan keuangan, ada yang gagal panen, ada yang usahanya bangkrut, ada juga pasutri calon jamaah haji hanya mampu melunasi 1 orang, misalnya hanya mampu melunasi istrinya saja dan suaminya tak bisa melunasi, sehingga mereka menunda keberangkatan ke tanah suci tahun depan,” jelasnya.
“Kami dari Kementerian Agama Subang, tentunya sangat menyayangkan ada 43 calon jamaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci di musim haji tahun ini, akibat kesulitan keuangan sehingga tak mampu melunasi biaya haji sebesar Rp.90.050.637,” paparnya.
“43 Calon jamaah haji yang gagal berangkat karena belum bisa melunasi biaya terdebut, terpaksa harus diganti oleh kuota calon jemaah haji lainnya di Jawa barat,” ucapnya lagi.
Rojak mengungkap, tahun 2023 ini akan memberangkatkan 1.170 calon Jamaah Haji ke Tanah Suci. Pemberangkatan kloter pertama Subang akan diberangkatkan pada Jumat (02/06/2023) melalui Bandara Kertajati Majalengka.
Dia memastikan, jamaah haji Subang yang akan berangkat ke tanah suci tidak sesuai kuota yang disediakan oleh Pemerintah.
“Dari jumlah Kuota 1.170 orang Calon Jamaah Haji, hanya 1.127 yang bisa diberangkatkan ke tanah Suci mulai 2 Juni 2023 mendatang,” pungkasnya.






